Showing posts with label Fakta Santri. Show all posts
Showing posts with label Fakta Santri. Show all posts

Thursday, 26 October 2017

Alasan Dan Berkah Jadi Santri Abdi Ndalem

Santri Ndalem Dan Khodam Kyai
Bincang Santri - Jika kita melihat dari sudut pandang jenis jenis santri, ada banyak sekali macam macam santri menurut profesinya masing, salah satunya adalah santri ndalem atau santri abdi ndalem bahkan ada pula yang menyebutnya santri abdi kyai, lalu siapakah sebenarnya mereka itu ?.

santri abdi ndalem

Santri Abdi Ndalem


Sebagaimana yang telah kita ketahui pada artikel sebelumnya, santri mempunyai beberapa makna baik secara filosofi maupun eksistensi kosakata bahasa Inggris.



Sedangkan kata abdi adalah pelayan, pembantu dan juga orang yang secara sukarela untuk mendedikasikan hidupnya kepada majikannya.

Lalu untuk ndalem itu sendiri diambil dari bahasa jawa yang bermakna rumah kyai, atau rumah pengasuh pondok pesantren.

Jadi makna santri abdi ndalem adalah seorang santri yang mendedikasikan hidupnya kepada kyai pengasuh pondok pesantren dimana dia mondok.

Selain itu ada istilah yang lebih di kenal oleh masyarakat mengenai penamaan santri ndalem ini, yakni dengan sebutan khodam kyai

Apakah sampai disini sobat sudah paham pengertian dari santri abdi ndalem ?

Santri abdi ndalem termasuk salah seorang santri yang mempunyai jadwal waktu yang sungguh padat.

Bagaimana tidak ?.

Selain belajar, mereka juga membantu pekerjaan rumah tangga kyainya, seperti memasak, meladang di pertanian kyainya, bahkan mengambil air untuk di isi di ndalem (rumah) kyainya.

Memang tidak mudah menjadi seorang santri ndalem, mereka harus pintar pintar untuk waktu.

Waktu untuk belajar dan waktu untuk membantu pekerjaan kyainya.

Biasanya pengasuh pondok pesantren  memaklumi jika seorang santri tergolong ketegori ini tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren tersebut.

Namun adapula santri abdi ndalem yang memang pada dasarnya giat untuk belajar dengan mengikuti pengajian kitab kuning yang ada.


Meskipun setelah berlelah dalam pekerjaan, mereka tak hilang semangat dan mencuri curi waktu untuk mengikuti pengajian kitab kuning yang dibawakan oleh kyainya sendiri.

Bukan tanpa alasan kenapa mereka menjadi santri abdi ndalem.

Alasan Menjadi Santri Ndalem.



1. Kurangnya Biaya


Dalam kitab ta'lim muta'alim dijelaskan bahwa salah satu syarat untuk mencari ilmu adalah adanya biaya.

Karena ingin belajar di pondok pesantren, namun tidak mempunyai biaya, akhirnya santri tersebut memberanikan dirinya menghadap pengasuh pondok pesantren untuk menjadi santri abdi ndalem.

Bisa dikatakan pekerjaan yang telah dia lakukan sebagai pengganti biaya hidup selama ia berada di pondok pesantren tersebut, atau sebagai ucapan terimaka kasihnya melalui sebuah pekerjaan.

2. Keinginan Pribadi


Selain kurangnya biaya, alasan lainnya adalah karena mereka benar benar ingin menjadi khodam kyai.

Bukan tanpa alasan, mereka yang tergolong mempunyai sifat ini, biasanya mereka benar benar berniat untuk dekat dengan kyainya.

Karena dengan hidup bersama beliau, mereka berharap bisa meniru kehidupan sehari hari kyainya, sebagaimana yang telah ia lihat.

Bahkan ada pula santri yang bisa dikatakan berkecukupan, tapi ia rela untuk tinggal bersama kyainya.

3. Keinginan Keluarga


Keinginan keluarga menjadi alasan yang ke 3 kenapa santri menjadi abdi ndalem.

Biasanya keluarga seperti ini mempunyai hubungan khusus dengan pengasuh pesantren seperti alumni pondok pesantren tersebut.

Agar silaturrahmi murid dengan guru tidak hilang dan berharap anaknya bisa menjadi penerus gurunya, lantas mereka menitipkan kepada anaknya agar menjadi khodam kyai pondok pesantren.

Yah, mau tak mau, santri tersebut harus menuruti keinginan keluarganya demi kebaikannya sendiri.

Berbeda dengan santri pada umumnya, santri yang tergolong abdi ndalem, termasuk santri yang cukup istimewa dibandingkan dengan santri lainnya.

Karena apa ?

Karena kedekatan mereka dengan pengasuh pondok pesantren, jarang sekali santri bisa dalam kesehariannya berdekatan dengan kyainya kalau bukan santri ndalem.

Jadi kalau ada santri yang ingin sowan kepada kyainya, mau tak mau mereka harus berhadapan dengan santri yang satu ini.

Ibarat jika ingin menemui seorang artis, maka sobat harus menemui manajernya terlebih dahulu, sungguh istimewa bukan ?.

Itu kelebihan dan keistimewaanya, lantas apa kekurangannya ?

Menjadi santri abdi ndalem juga mempunyai sebuah kekurangan, diantaranya adalah tidak mempunyai waktu untuk belajar seperti santri pada umumnya.

Seperti yang telah kami jelaskan di atas, mereka tak bisa menerus nerus untuk belajar karena mereka juga harus mengurusi pekerjaan kyainya.

Meskipun begitu, banyak sekali yang kami ketahui, bahwa khodam kyai menjadi ulama hebat setelah dia keluar dari pondok pesantren dimana ia mengabdikan dirinya.

Kok bisa ? padahal dia kan jarang belajar.

Barokah kyai yang menjadi alasan utamanya.


Ridho dan barokah yang didapat dari kyai membuat ia menjadi orang  berpengaruh kelak jika dia keluar dari pesantren.

Jadi jangan meremahkan santri abdi ndalem, karena bagaimanapun mereka termasuk salah satu keluarga kyai itu sendiri.

Selain jarang belajar, mereka juga jarang bisa berkumpul dengan teman temannya karena waktu yang ia punyai sangatlah sedikit.

Nah cukup sampai disini, itulah alasan dan barokah santri abdi ndalem, jika ada penambahan atau apa saja, mohon untuk berkomentar dibawah ini.

Saturday, 2 September 2017

Indahnya Kebersamaan Santri Di Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Di Pondok Pesantren
Bincang Santri - Sebagian kecil pengasuh pondok pesantren menetapkan kegiatan belajar mengajar di hari raya di liburkan dan memulangkan santrinya, kebijakan seperti itu memang ada, tapi mayoritas pengasuh pondok pesantren menetapkan bahwa santri di hari raya qurban tidak di perkenankan untuk pulang.

hari raya santri

Disaat semua keluarga berkumpul di hari raya qurban, para santri di pondok pesantren masih tetap berada di balik penjara suci.


Di hari yang mana banyak hewan hewan seperti kambing, kerbau, sapi menjadi hidangan utama di hari tersebut.

Dengan memakai pakaian putih, bagaikan lautan yang memutih, ratusan hingga ribuan santri pergi ke masjid secara bersamaan guna melaksanakan sholat hari raya.

Dilanjut bermusyafahah (bersalam salaman) dengan para kyai setelahnya, guna ngalap berkah kepada beliau beliau.


Dilanjut dengan foto bersama dengan anak kamarnya masing masing, hingga beronjak ke pelaksanaan sembelih hewan qurban.

Seperti itulah kegiatan santri di hari raya qurban di pondok pesantren.

Tidak semua sama, namun semua hampir sama.

Meskipun tidak bisa merayakan idul adha bersama dengan keluarga, setidaknya keluarga pesantren mereka menjadi penyejuk sejenak.

Kegiatan di pagi hari tadi, semua itu ditujukan kepada allah (hablu minallah).

Namun saat di malam hari, di ganti dengan hubungan terhadap sesama (hablu minannas).

Kegiatan belajar mengajar memang di liburkan sepenuhnya pada hari tersebut, bahkan bisa jadi hingga besoknya.

Melihat waktu luang yang begitu indah, mereka para santri tidak menyinyiakan momen tersebut.

Kini saatnya untuk sate menyate, merasakan daging hewan qurban yang disembelih tadi pagi.

santri nyate di hari raya qurban

Kegiatan sate menyate massal ini menjadi tradisi para santri, dan pastinya sudah mendapat ridho dari sang pengasuh pesantren.

Alat alat sate menyate di persiapkan, sebagian santri keluar guna mencari peralatan yang di perlukan, dan tak lupa bumbu satenya.

Mengiris daging dengan penuh canda tawa, bakar bakar, hingga menuju nikmat yang tak terhingga (maka sate haha).

Momen momen seperti itu yang nantinya akan membuat kita yang alumni ingat masa masa di pesantren.

Itulah mengapa hari raya qurban  di pondok pesantren menjadi salah satu hari yang sangat di rindukan oleh para santri, jika ada penambahan atau apa saja, mohon untuk berkomentar dibawah ini.

Wednesday, 30 August 2017

Filosofi Ngopi Ala Santri

Santri Ngopi
Bincang Santri - Kopi, minuman bewarna hitam dengan aroma khasnya adalah salah satu minuman yang banyak digemari oleh masyarakat sekitar, kecil, tua, pria, wanita, hingga dari kalangan santripun suka dengan minuman bernama kopi ini.

kopi ala santri

Kopi Santri


Ngopi, kegiatan menimum kopi baik secara individual maupun beramai ramai.

Santri pondok pesantren, mempunyai cara tersendiri untuk menikmati secangkir kopi.

Tak memandang itu santri, pengurus, ustad, bahkan kyai sekalipun senang dengan tradisi ngopi.

Memang tak semua, tapi kebanyakan mereka benar benar menjadikan ngopi sebagai hobi.

Ketika ngopi terealisasikan, tak lupa mereka membawa sebatang rokok yang menjadi teman sejati kopi.

Memang ada sebagian santri yang suka kopi, namun tidak merokok.

Karena begitu fanatiknya dengan kopi, terdapat beberapa santri yang membentuk sebuah komunitas santri ngopi.

Salah satu tujuannya ya, sebagai pengikat kebersamaan.

Nah selain itu, kegiatan ngopi ini, bagi santri mempunyai filosofi tersendiri, seperti halnya filosofi santri.


Penasaran dengan filosofi ngopi ala santri ini ? begini filosofinya.

1. Kebersamaan


Tak hanya santri, munkin semua orang sepakat bahwa ajang kegiatan ngopi bisa mempererat kebersamaan atau tali silaturrahmi.

Namun ada yang unik disini.

Jika bandingkan dengan dunia luar, kebersamaan yang diciptakan oleh secangkir kopi ini jauh lebih hebat.

Bagaimana tidak.

Secangkir kopi yang seharusnya diminum oleh satu orang, namun tidak bagi santri pondok pesantren.

Satu cangkir satu orang terlalu mewah, dan bisa merusak filosofi ngopi ala santri.

Jadi, ketika mereka ngopi, maka satu cangkir akan diminum oleh beberapa orang secara bergantian.

Minumnya pun tak boleh banyak banyak, harus terbiasa saling memahami karena keterbatasan yang ada.

Jika terdapat santri yang melanggar filosofi tersebut, maka mereka akan menggojloknya.


Dengan gojlokan seperti ini :

"Kalau haus jangan minum kopi kang, minum air tuh"

Tak ada dasar memaki, apalagi memarahi, hanya sebatas guyonan belaka (tapi bikin baper haha).

Untuk mendapatkan kopi, biasanya para santri urunan, atau ada juga menggunakan uang pribadinya sebagai sarana shodaqoh terhadap sesama.

Yah, pokoknya ngopi ala santri ini, bikin kebersamaan santri jauh lebih joss.

2. Teman belajar


Musyawarah menjadi kegiatan sehari hari santri, musyawarah sering dilakukan dimalam hari, nah, disaat momen momen seperti inilah biasanya santri ngopi.

Siapapun itu, ada saat dimana kita semua pasti meresa jenuh dengan keadaan kita.

Untuk mengatasi kejenuhan tersebut, biasanya para santri membeli secangkir kopi untuk menjadi teman setianya.

Bahkan musyawarah bisa menjadi benar benar hidup berkat secangkir kopi yang digilir secara bersamaan.

Namun jangan berpikir mereka akan merokok ketika kegiatan musyawarah berlangsung.

Memang sih, ada sebagian pondok pesantren yang memperbolehkan santrinya merokok dengan beberapa syarat tentunya.

Ketika mereka yang tidak diperbolehkan untuk merokok, maka mereka akan menggantinya dengan camilan atau gorengan.

Dan percaya atau tidak, para pegiat pegiat musyawarah, malas untuk memperdebatkan masalah atau hanya sekedar mencari jawaban kalau tanpa ditemani secangkir rokok dan kopi.

Nah itulah filosofi ngopi ala santri, sekarang jadi tau kan perbedaannya ngopi biasa dengan ngopinya anak santri XD, jika ada penambahan atau apa saja mohon untuk berkomentar dibawah ini.

Friday, 25 August 2017

3 Menu Makanan Khas Santri Di Pondok Pesantren

Makanan Khas Santri
Bincang Santri - Bicara mengenai fakta santri takkan pernah ada habisnya untuk dibahas, kaum sarungan yang menjalani kesehariannya di pondok pesantren itu selalu unik dan menarik, bagaimana tidak, bicara soal makanan pun pasti ada yang unik, yah kali ini admin akan membahas mengenai menu makanan khas santri di pondok pesantren.

menu makanan pesantren

Daftar Menu Makanan Di Pondok Pesantren


Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, terkait makanan, di pondok pesantren terdapat dua sistem, sistem masak sendiri atau di masakin (ngekos).

Sedangkan yang kami maksud dalam judul daftar menu makanan pesantren adalah, makanan yang sering di makanan oleh santri.

Karena kebiasaan itulah, akhirnya timbul istilah makanan khas santri, apa saja makanan tersebut ? silahkan simak baik baik XD.

1. Tahu Tempe


Makanan yang terbuat dari kedelai ini adalah makanan khas santri dengan urut nomer satu, atau makanan yang paling sering dimakan oleh mereka.

Baik dari pesantren salaf, modern, bahkan semi salaf-modern pasti tak ketinggalan untuk mencicipi menu makanan ini.

Semua sepakat, bahwa tahu tempe adalah tanda dari sebuah kesederhaan.

Itulah mengapa makanan satu ini menjadi ciri khas santri, karena santri belajar untuk menjadi seorang yang sederhana.

Munkin sebagian orang mengatakan bahwa tahu tempe adalah makanan yang tidak enak.

Tapi tidak bagi kaum sarungan, enak tak enak, mau tak mau, mereka harus terbiasa untuk memakan makanan tersebut.

Untuk mengatasi ke tidak enakan tersebut, biasanya para santri menambahkan "sambelan".

Tak lupa pula mengajak rekan santri lainnya untuk melaksanakan tradisi mayoran.


Kalau semua itu sudah terealisasikan, tahu tempe pun jadi masakan paling enak yang bisa mengalahkan makanan sekelas KFC.

2. Ikan Asin


Nomer yang ke dua adalah ikan asin, namanya juga ikan asin, pastinya ikannya asin kalau dimakan XD.

Sama seperti tahu tempe, ikan asin menjadi menu makanan khas santri di pondok pesantren.

Bau khas dari ikan asin menjadi daya tersendiri, semakin renyah semakin enak untuk dimakan.

Terlebih lagi di tambah dengan sambelan, lengkap sudah nikmat dunia.

"Nikmat mana yang kau dustakan" kata salah seorang santri XD.

3. Mie Instan


Mie instan menjadi urutan yang terakhir dalam pembahasan kali ini.

Jika di luar pesantren mie dikelola dengan cara merebusnya, santri mempunyai cara tersendiri untuk memasaknya.

Salah satunya dengan cara di remas remas, lalu di campur dengan bumbu yang telah tersedia, dan yang terakhir di campur hingga rata.

Rasanya ? jangan tanya rasa pada santri XD

Jika mie instan di pegang oleh santri malas, mau tak mau mie tersebut akan di masak tanpa menggunakan air panas.

Maksudnya ?

Yah, cukup menyediakan wadah berisikan air, lalu taruh mie dan tunggu hingga beberapa jam.

Jadilah mie instan ala santri malas XD.

Dan tolong jangan tanya rasa XD.

Penyakit ? memang penyakit, tapi mereka mempunyai keyakinan bahwa di setiap helai mie instan terdapat sebuah barokah.


Dengan dalil :

"Sudahlah makan saja mie tersebut, insya allah barokah, kalau tidak kita makan, bisa bisa kita tak mempunyai tenaga untuk belajar"

Barokah is everything XD.

Apa yang telah kami jelaskan di atas, merupakan bagian dari kebiasaan unik santri saat makan.


Jika masih penasaran dengan kebiasaan unik lainnya, coba baca aja artikel biru di atas.

Bagi kami, makanan khas ala pondok pesantren banyak macamnya, namun itulah yang paling dominan menurut kami.

Yah itulah 3 daftar menu makanan pondok pesantren, jika ada penambahan atau apa saja, mohon untuk berkomentar dibawah ini.

Sunday, 20 August 2017

4 Ciri Khas Seorang Santri

Ciri Ciri Anak Santri
Bincang Santri - Setiap manusia mempunyai ciri khas atau kepribadiannya masing masing, bukan hanya sekedar ruang lingkup pribadi bahkan ada juga sekolompok yang terkenal akan ciri khasnya, sebut saja kaum madura yang terkenal akan sifat pekerja keras, dan juga berwatak keras, lantas bagaimana dengan kaum santri ? apakah mereka mempunyai ciri ciri seperti kaum lainnya ? yah kali ini admin akan membahas mengenai ciri khas seorang santri.

ciri anak pesantren

1. Suka pakai sarung.


Tak dapat dipungkiri, bawahan yang satu ini memang menjadi pakaian wajib yang harus dikenakan oleh para santri.

Saat kita mau mondok, orang tua kita akan membawakan beberapa pakaian, namun di antara pakaian tersebut yang terbanyak adalah sarung.

Kenapa harus sarung ?

Admin juga tidak begitu mengerti mengenai alasan ini, munkin karena tradisi turun temurun akhirnya sampai pada generasi kita.

Selain digunakan sebagai pakaian, ada beberapa manfaat sarung bagi para santri.


Karena telah terbiasa mengenakan sarung di pondok pesantren, para santri pun merealisasikan pakaian tersebut saat mereka boyong atau keluar dari pondok pesantren.

Mau kemana mana pakai sarung, munkin karena tidak terlalu ribet untuk di pakai atau memang nyaman untuk dikenakan.

Jadi jangan heran, ketika sobat melihat orang orang mengenakan sarung 75℅ orang tersebut dulunya adalah seorang santri.

Seperti halnya santri putra yang suka memakai sarung, santriwati pun juga senang memakai kain yang halus ini.

Namun bedanya, sarung yang dikenakan oleh santriwati lebih ke batik batikan, sarung tersebut biasanya dikenal dengan sebutan sarung batik.


2. Suka ngopi


Ngopi, atau kumpul bareng ditemani oleh secangkir kopi dan udut (rokok) adalah tradisi wajib yang dilakukan oleh para santri.

Selain kumpul bersama teman, ngopi biasanya digunakan untuk saling bertukar pikiran.

"Ayo ngopi"

Sebuah ajakan yang tak dapat ditolak oleh mereka, karena mereka memang senang dengan kebiasaan yang satu ini.

Kalau tak percaya, coba tanyakan ke teman santri sobat, apakah dia suka ngopi ? 99% jawabannya pasti iya.

3. Memiliki sifat unik


Sifat unik yang dimaksud disini adalah sifat yang jarang dimiliki oleh orang orang.

Admin pernah membahas sifat sifat unik yang dimiliki oleh para santri, selebihnya bisa dibaca dibawah ini.


4. Mempunyai postur tubuh kecil


Tak dapat dipungkiri bahwa santri memiliki postur yang lebih kecil dibandingkan dengan orang seumurannya.

Baik dari segi wajah maupun bentuk tubuh.

Kenapa admin bilang begitu ?

Karena setiap harinya mereka makan tahu tempe, sedangkan mereka yang berada di luar mendapat protein yang lebih.

Itulah mengapa, saat santri berumur 20 tahun dan masih tetap mondok, pertumbuhan mereka akan sedikit tidak maksimal.

Padahal, di umur tersebut adalah waktu dimana perkembangan tubuh lagi pesat pesatnya.

Awalnya admin tak percaya, namun saat melihat dengan mata kepala sendiri, akhirnya admin sadar bahwa mereka yang berada di luar mempunyai postur tubuh besar disertai wajah yang lebih dewasa.

Sedangkan kami, dibawah rata rata mereka, kalau disandingkan dengan seumuran, munkin para santri dikatakan lebih muda.

Perlu di ketahui, tak semua santri memiliki ciri ciri seperti yang telah disebutkan.

Seperti yang telah di ucapkan oleh salah satu ulama (admin lupa nama beliau).
"Santri itu bukan hanya yang mondok saja, selama dia mempunyai sifat santri, maka dia juga santri"

Munkin itulah ciri ciri khas seorang santri, jika ada penambahan atau apa saja, mohon untuk berkomentar dibawah ini :)

Wednesday, 2 August 2017

Istilah Lalaran Bagi Santri

Arti Lalaran
Bincang Santri - Sebagian non santri tak mengerti istilah istilah yang di gunakan oleh santri di pondok pesantren, salah satunya adalah istilah lalaran.

arti lalaran

Apa itu lalaran ?


Lalaran adalah sebuah pengulangan nadhoman, sedangkan nadhoman itu sendiri adalah sebuah bait yang menjelaskan makna dari bait tersebut (suatu saat admin akan jelaskan secara rinci).

Para santri biasanya, melalarkan nadhoman dengan dilagukan, dengan alasan agar mudah di hafal.

Ada juga yang tanpa dilagukan, tergantung mana yang di suka.

Biasanya, lalaran dilaksanakan saat sebelum kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren dimulai.

Yah bisa juga diartikan sebagai pembuka KBM.

Tapi tidak menutup kemungkinan, bahwa lalaran dilakukan di luar KBM.

Seperti saat sebelum syawir (musyawarah) contohnya.

Manfaat Lalaran


Manfaat lalaran itu sendiri adalah, agar para santri tidak mudah lupa pada bait nadhoman yang sudah ia hafal.

Bagaimana jadinya, setelah berhari hari hafalan, dan dikemudian hari malah lupa.

Oleh sebab itu, maka di terapkanlah sistem lalaran pada santri.

Berbeda dengan setoran, kegiatan lalaran ini sangat menyenangkan sekali bagi sebagian santri.


Kenapa bisa begitu ?

Yah, karena lalaran di baca secara bersamaan, bukan secara individual.

Berbeda dengan setoran, setoran dilakukan secara individual, karena alasan seperti itulah para santri takut dengan kegiatan setoran ini.

Setoran dan lalaran adalah dua buah makna yang tidak dapat dipisahkan.

Mengapa?

Karena, tanpa setoran, lalaran takkan pernah dilakukan, jadi setoran dulu baru satu minggu kemudian diterapkanlah lalaran.

Yah itulah sekilas mengenai lalaran, jika ada penambahan atau apa saja, mohon untuk berkomentar dibawah ini.

Friday, 21 July 2017

Profil Hasbi, Santri Ganteng Bersuara Emas

Hasbi Santri Smule
Bincang Santri - Smule, aplikasi karaoke android yang di gunakan oleh jutaan orang di dunia, kini telah di hebohkan dengan munculnya seorang santri ganteng bersuara emas, hasbi namanya, siapakah hasbi ini ? dari mana asalnya ? apakah di punya pacar ? XD Semua akan terjawab disini.

biodata santri ganteng

Profil / Biodata Hasbi


Sebagian dari kita (khususnya para kaum hawa) munkin mencari profil atau biodata lengkap hasbi santri ganteng.

Tak salah jika suara emas serta wajahnya yang sedikit mirip anak korea (sedikit sipit sipit gitu), membuat para wanita bersuka rela untuk mencari biodatanya.

Hasbi yang lahir pada 21 januari 1995 (catet neng XD) saat ini mengenyam di salah satu universitas islam negeri di salah satu kota indonesia.

Ketenaran yang di miliki oleh hasbi semua berawal saat ia pertama kali mengupload video duetnya bersama warganet.

Banyak komentar komentar bagus terhadap dirinya, "suara e merdu banget" komentar salah satu netizen.

Setiap kali dia mengupload videonya di youtube, langsung seketika itu ribuan viewer dia dapatkan.

Munkin jika admin adalah seorang wanita, admin pasti tergila tergila dengannya, bagaimana tidak, suara indah dan ketampanannya membuat siapa saja melihatnya terasa adem.

Tapi sayang admin bukan wanita XD.

Kalau menurut admin sendiri, hasbi santri smule ini adalah salah satu contoh bukti bahwa santri gaul memang benar benar ada.


Itu ditandai dengan tenarnya dia di sosial media.

Facebook Hasbi


Bukan hanya mempunyai akun smule saja, santri ini pun mempunyai akun facebook juga.

Bagi kaum hawa yang ingin mencari profil facebooknya, jangan sampai salah ad friend ya.

Karena banyak sekali sekarang ini, orang orang yang ingin mengambil keuntungan dari orang orang tenar seperti hasbi.

Jadi mumpung admin baik hati, admin kasih alamat facebooknya, hasbi alwi dengan foto profil di atas.

Sudah ketemu ? mari berstalking ria XD.

Jangan sampai hati kalian patah, gegara hasbi foto ceweknya, yah tidak dapat dipungkiri, pasti ceweknya cantik banget XD.

Instagram Hasbi


Berbeda dengan Facebook, hasbi lebih sering mengupload fotonya di akun instagramnya.

Diliat dari upload annya, dia sering sekali berduet dengan salah satu wanita, entah itu pacar, teman, atau adikknya admin tak tau.

Yang pasti mereka selalu berduet, dan men tag satu sama lain.

Penasaran dengan akun instagramnya ?

Nih admin kasih gratis @HASBI210195.

Jangan sampai lupa, kalau lupa balik ke sini lagi XD.

Munkin itulah sekilas mengenai biodata santri hasbi, jika ada penambahan atau apa saja mohon untuk berkomentar di bawah ini ya :).

Thursday, 20 July 2017

6 Manfaat Sarung Bagi Santri

Sarung Santriwati
Bincang Santri - Jika pesantren identik dengan santri, lantas santri identik dengan apa ? jika yang di maksudkan dari sudut pandang pakaian, maka jawabannya adalah sarung, pakaian atau bawahan khas santri dengan berbagai macam kemanfaatan.

manfaat sarung

Sarung Santri


Saat kita memasuki wilayah pondok pesantren, baik asrama putra maupun putri, sejauh kita memandang, kita akan di perlihatkan oleh puluhan - ribuan santri yang mengenakan sarung.

Jarang bahkan tak ada sama sekali (di pondok pesantren salaf) santri yang mengenakan bawahan selain sarung.

Sarung sendiri, bagi santri adalah pakain wajib yang selalu dikenakan, makan, mandi, sholat, bermain, semua memakai santri.

Bukan aturan tertulis memang, namun entah kenapa, saat kita hendak nyantri, orang tua kita pasti akan menyiapkan beberapa sarung  untuk kita kenakan.

Bagi santri, sarung bukanlah pakaian semata, namun ada kegunaan lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh santri.

Apa saja manfaat sarung bagi santri ?

1. Sebagai Alas Tidur


Kita tau, bahwa hidup pesantren berarti mau tak mau kita harus hidup sesederhana munkin, agar kita bisa meniru sifat para santri.


Sifat sifat itulah yang di kemudian akan bermanfaat bagi kita, jika kita keluar dari pesantren.

Oke di lanjut.

Jika di rumah kita beralaskan kasur lembut yang hangat, di pesantren kita hanya beralaskan keramik dingin.

Untuk mengatasi permasalahan itu, para santri biasanya menggunakan sarung sebagai alas.

Karena hanya itu yang ada, meskipun tidak sehangat kasur di rumah, itu lebih baik daripada mati kedinginan XD.

2. Sarung Sebagai Handuk


Tidak dapat dipungkiri lagi, ketika santri habis mandi dan kelupaan membawa handuk, maka penggantinya adalah sarung.

Entah sarung yang di pakainya atau pun temannya, daripada tidak handuk an sama sekali begitu pikir mereka.

Tapi ada juga kok diantara mereka yang lebih memilih tidak handuk an daripada handuk an dengan memakai sarung.

3. Sebagai Selimut


Seperti halnya nomer 1, point ke tiga ini kegunaanya untuk menghangatkan badan mereka di kala kedinginan.

4. Sebagai Bantal


Ada beberapa pondok pesantren yang melarang santri membawa selimut, alas, guling serta bantal.

Para santri tidak kekurangan akal agar bisa menikmati tidur nyenyak menggunakan bantal.

Dengan melipat lipat sarung sampai berupa gumpalan, dengan kreatifitasnya, mereka membuat bantal menggunakan sarung.

Tidak selembut bantal sih, tapi setidaknya tidur mereka lebih fresh dari pada tidak sama sekali.

5. Sebagai Pakaian Kondangan


Menghadiri walimatur ursy adalah sebuah kewajiban, saat salah satu temannya menikah baik dari kalangan santri maupun santriwati.


Mereka para santri yang berada di pondok pesantren mendapat undangan, maka mereka akan menghadirinya.

Saat hari H telah tiba, tanpa memperdulikan pakain apa yang dikenakan, dengan PD nya mereka pergi ke tempat tujuan.

Disaat semua orang mengenakan pakaian terbaiknya, para tamu undangan tertuju pada segerombolan tamu undangan yang mengenakan sarung.

"Munkin mereka adalah santri"

Hanya dengan memakai sarung, mereka tau siapa yang mereka lihat.

Yah jangan salah kira, bawahan sarung tak kalah keren jika di bawa ke kondangan teman, apalagi atasannya adalah jas, cocok banget deh, plus pakai peci hitam, pasti para santriwati klepek klepek XD.

Bukan hanya kondangan saja, pergi ke mall pun mereka akan mengenakan sarung (bagi santri yang kuat mentalnya saja) XD.

6. Sebagai Pakain Wajib Sholat


Loh loh, masak iya habis di buat alas, handuk, selimut, bantal dan lain sebagainya, kok sekarang malah di buat sholat ?.

Tenang, para santri biasanya telah memiah milih sarung mana untuk alas, handuk dkk dengan sarung untuk sholat.

Jadi mereka sudah mempersiapkan itu semua.

Entah kenapa, bagi santri sarung adalah sebuah pakain yang wajib di pakai saat sedang melaksanakan sholat.

Tidak ada syarat wajib mengenai itu memang.

Tapi, saat memakai celana, rasanya tidak senikmat memakai sarung.

Itulah 6 manfaat sarung bagi santri, karena manfaat itulah mereka susah sekali untuk dipisahkan, munkin juga karena sarung selalu ada santri XD, jika ada penambahan atau apa saja mohon untuk berkomentar di bawah ini :).

Monday, 29 May 2017

2 Kalimat Sakti Inilah Yang Dapat Membangunkan Santri

Santri Sedang Tidur
Bincang Santri - Sudah menjadi kebiasaan para santri tertidur di tempat yang seharusnya mereka dapat mempelajari sebuah ilmu, untuk mengatasi masalah tersebut para kyai, ustad hingga temannya mempunyai sebuah kalimat sakti yang dapat membuat mereka terbangun.

santri terlelap

Apa saja kalimat sakti tersebut ?


Kalimat / kata kata yang dikhususkan bagi santri tertidur itu terbagi menjadi 2 bagian, santri tidur di kamar dan santri yang tertidur di masjid atau kelas.

Selain tempat tempat di atas, ada juga beberapa tempat yang dapat membuat santri tertidur.


Oke tak perlu berlama lama, mari kita pelajari kalimat sakti itu.

1. Wallahu a'lam bishowab (والله اعلم باالصواب)


Rasa kantuk saat mendalami mata pelajaran ataupun saat mendengarkan sang kyai bermauidzoh tak bisa di hindari.

Awal mula mereka sangat bersamangat untuk mengikuti pembelajaran tersebut, tapi entah mengapa di tengah tengah majlis mereka malah tertidur.

Hanya satu alasannya, KURANG TIDUR

Bagaimanapun juga, bagi santri kurang tidur adalah sebuah kewajiban.

Ketika para guru dan masyaikh (kyai) menerangkan, mengahabiskan tenaga serta pikiran, santri yang tertidur malah terlelap dalam mimpinya.

Sudah berkali kali teman yang berada di sampingnya berusaha untuk membangunkan santri tersebut.

Tapi sayang, tak ada hasil yang memuaskan, bahkan bisa jadi temannya malah ikut ikutan tertidur XD

Hanya kalimat sakti wallahu a'lam bishowab yang dapat membangunkan mereka.

Ibarat sebuah sihir, ketika kalimat itu di ucapkan, seketika itu puluhan santri yang tidur, terbangun bersama sama.

"ALHAMDULILLAH" itulah ucapan yang pertama kali mereka ucapkan (sambil cengar cengir) XD

Sungguh mereka  tak merasa bersalah XD

Jika melihat arti dari kalimat والله اعلم باالصواب seharusnya mereka sadar bahwa itu tak ada kaitannya dengan tidur mereka

Tapi mereka percaya bahwa kalimat itulah yang dinanti nantikan oleh mereka, dengan adanya kalimat والله اعلم باالصواب berarti pengajian telah usai, dan mereka bisa melanjutkan aktifitas selanjutnya, seperti mandi dan juga makan bersama.


2. Sambang orang tua (di jenguk)


Di jenguk bukan hanya berlaku bagi orang yang sakit saja, dijenguk maksudnya para santri di temui oleh orang tua mereka.

Jika kalimat Wallahu a'lam bishowab sasarannya bagi santri yang tertidur di majlis, berbeda dengan kalimat “di sambang orang tua”, sasarannya adalah santri yang sedang tidur di kamar

Percaya atau tidak, dari sekian santri, ada beberapa santri yang memang pada awalnya susah untuk di bangunkan, entah itu dengan cara di guyur air, di teriak, atau bisa jadi di campuk, mereka masih tetap tertidur.

Hanya ada satu cara agar mereka bisa terbangun, dengan menggunakan kalimat

“Hei, kamu di sambang orang tuamu itu loh, beliau ada di depan”

Yakin 100% yaqin, dia pasti terbangun, bahkan lari terbirit untuk menghampiri kedua orang tuanya, tapi nyatanya malah dapat ZONK XD.

Sungguh sial nasibmu nak XD

Cara ini biasanya hanya terjadi beberapa kali, jika mengingat korban tau bahwa apa yang di ucapkan oleh temannya adalah sebuah kebohongan.

Yah itulah, kalimat sakti untuk santri yang suka tidur, jika ada penambahan atau apa mohon untuk berkomentar di bawah ini :

Tuesday, 23 May 2017

Pengurus Pesantren, Orang Yang Benci Oleh Santri

Pengurus Pondok Pesantren
Bincang Santri - Sebaik apapun orang itu, pasti dia mempunyai seorang musuh, begitu pula dengan kehidupan di pondok pesantren, santri pun juga mempunyai seorang musuh atau orang yang di bencinya, siapakah dia ?

pengurus pesantren

Pengurus Pondok Pesantren Jawabannya


Siapa sangka, orang yang di tuntut untuk mengatur segala aspek kegiatan di pondok pesantren menjadi orang yang di benci oleh para santri.

Bukannya tak masuk akal, memang seperti itulah realitanya.

Menjadi orang yang di benci bukanlah dampaan setiap pengurus pesantren, tapi mau bagaimana lagi, sejak nama "pengurus" bersemayam dalam dirinya, maka santri tersebut harus benar benar siap menjadi musuh bagi santri lainnya.

Sungguh ironis, tapi mau bagaimana lagi ?

"Besok kalian semua akan saya lantik menjadi pengurus pesantren"

Mereka hanya bisa sami'na wa atha'na jika mendengar kalimat di atas, ada yang menanggapi dengan rasa takut, ada juga dengan rasa yang amat senang.

Karena dengan menjadi pengurus, pengabdian terhadap pondok terlihat sangat jelas, dan berkah yang mereka inginkan akan nampak nyata.


Pengurus bukan hanya sekedar nama atau jabatan, mereka yang mendapatkan amanah tersebut harus benar benar (bisa) lebih baik dari santri yang di urusnya.

Karena kalau tidak, maka itu akan mencoreng nama pengurus itu sendiri.

Penyebab Di Benci


Akhirnya kita sampai juga di inti pembahasan, banyak sekali faktor atau penyebab kenapa pengurus itu dibenci oleh santri, salah satu di antaranya adalah berikut ini.

1. Selalu Mencari Kesalahan Santri


Memang tidak baik mencari kesalahan orang lain, tapi itu tidak berlaku di pondok pesantren, mencari kesalahan santri adalah salah satu tugas pengurus.

Karena kalau dibiarkan melakukan kesalahan terus menerus, maka itu akan berdampak pada diri santri di masa mendatang.

Menggunakan laporan dari berbagai pihak, biasanya pengurus lebih mengawasi, dan mencari kesalahan dari santri nakal.

Bahkan bisa di bilang, pengurus adalah musuh sebenarnya dari santri mbeling / nakal.

Karena apa ?

Karena dengan adanya pengurus, santri yang terbilang nakal tidak dapat leluasa untuk melanggar tata tertib pondok pesantren.


Bahkan saya pernah pernah membaca bahwa ada suatu sistem di pesantren (insya allah gontor), menerapkan sebuah sistem "mencari kesalahan santri"

Maksudnya, santri yang telah melanggar tata tertib pesantren di tuntut untuk menjadi mata mata pengurus, dan bertugas untuk mencari kesalahan santri lainnya.

Hebat bukan.

2. Semena-mena


Apakah itu benar ? dalam pandangan santri munkin persepsi itu benar, tapi tidak bagi pengurus.

Mereka para santri hanya memikirkan ke-enakan yang dimiliki oleh para pengurus tanpa memikirkan tanggung jawab yang di embannya.

Padahal, keistimewaan itu sendiri sudah mendapat izin dari para masyaikh, atau lebih dikenal dengan sebutan hakim (hak istimewa)

Seperti membawa sepeda motor, Hp dan keluar tanpa izin.

Sungguh menyalahi aturan pondok pesantren bukan.

Memang menyalahi, tapi itu semua juga demi kemaslahatan pesantren.

Para biasanya berkata :

"Enak ya jadi pengurus, bisa bawa hp dan juga sepeda motor, dan keluar se-enaknya"

Mereka hanya memikirkan itu, tanpa peduli apa yang terjadi sebenarnya.

Hingga akhirnya tercipatalah kebencian terhadap para pengurus.

Tapi ada juga santri yang memang benar benar paham kondisi pengurus pesantren, kenapa mereka membawa hp dan juga sepeda motor.

3. Angkuh


Pengurus di tuntut bersifat demikian agar para santri "segan" terhadap para pengurus.

Bersifat angkuh bukan berarti tidak peduli terdahap santri, hanya membatasi bergaul dengan santri agar tidak terlalu nyeleneh terhadap para pengurus.

Biasanya sifat ini, sering timbul atau terdapat hanya pada "keamanan" pondok pesantren.

Dengan bersikap seperti itu, mereka para santri akan berpikir dua kali untuk melanggar tata tertib pesantren

"Tatapannya tajam, apalagi hukumannya" XD

Karena faktor faktor di atas inilah, para pengurus di benci oleh santri, hinga akhirnya terciptalah sebuah qoute atau perkataan yang isinya begini

"Pengurus yang sukses itu pengurus yang mempunyai banyak musuh"

Jadi tolak ukur kesuksesan seorang pengurus bukan di lihat dari seberapa banyak santri yang menyukainya.

Melainkan  berapa banyak santri yang membencinya.

Karena dengan tolak ukur seperti itu, kita bisa melihat kinerja para pengurus mengurus para santri.

Seperti contoh :

Santri melanggar - dibiarkan - suka
Santri melanggar - dihukum - benci

Munkin itulah penyebab kenapa pengurus pondok pesantren sangat di benci oleh santri, jika ada penambahan atau apa saja mohon untuk berkomentar di bawah ini ya :

Friday, 7 April 2017

Ro'an, Gotong Royong Ala Santri

Ro'an
Bincang Santri - Banyak sekali tradisi pesantren yang patut kita contoh dan kita terapkan di masyarakat masing masing kita, salah satunya adalah tradisi roa'n, sekali lagi istilah ro'an hanya akan sobat temui pesantren.

ro'an

Lalu apa ro'an itu ?


Ro'an adalah istilah yang digunakan oleh santri di pondok pesantren untuk melakukan kegiatan bersih bersih secara massal.

Penulis tak begitu mengerti kenapa muncul istilah ro'an, kenapa tidak kerja bakti yang lebih umum digunakan oleh masyakarat.

Ada yang mengatakan bahwa  kata ro'an berawal dari fiil madhi tabaraka = mengarap baik, lalu kemudin berubah menjadi ru'an, karena pelafadzan yang terlalu sulit, hingga akhirnya terciptalah ro'an.

Ro'an biasanya dilakukan menjelang hari hari besar, seperti perayaan imtihan, haul, peringatan hari besar islam, maulid nabi, sebelum pulangan, hingga setelah pulangan.

Acara acara di atas adalah ruang lingkup ro'an dalam skala besar (seluruh pondok pesantren), ada juga ro'an yang dilakukan dalam skala kecil, dilakukan setiap hari jumat, seperti ro'an asrama.

Tradisi satu ini memang sangat di nanti nantikan oleh para santri, karena dengan melakukan kegiatan ro'an, para santri terbebas dengan yang namanya belajar.

Setiap pekan mereka selalu belajar dan belajar, terlebih lagi bagi santri yang sedang hafalan, mau tak mau setiap harinya selalu di isi oleh hafalan, agar ketika mau setoran bisa lancar sepenuhnya.


Dengan memanfaatkan momen seperti ini, biasanya para santri bercengkrama satu sama lain, melepaskan penat selama sepekan penuh, meluangkan waktu untuk teman temannya.

Ada  ada saja yang di bicarakan oleh mereka, jika ada istilah belajar sambil bermain, ro'an sendiri menciptakan sebuah perubahan, bekerja sambil belajar.

Entah apa yang mereka pelajarkan, namun yang pasti mereka akan selalu berbagi pengalaman atas apa yang terjadi pekan lalu.

Disela sela menyapu, mengepel, ada juga santri yang malah curhat kepada temannya mengenai santriwati yang di taksirnya (ecieee XD).

Ada juga yang merencanakan pulang tanpa izin disaat pondok lagi sibuk sibuknya, padahal mereka tau dampak dari pulang tanpa izin.


Momen momen seperti inilah yang seharusnya kita tradisikan, meskipun zaman berusaha untuk menghapusnya.

Dari momen seperti ini juga, kita sebagai manusia melakukan tugasnya dengan benar, tak lepas dari kodratnya.

Yah, manusia itu makhluk sosial, makhluk yang butuh satu sama lain, ro'an atau gotong royong adalah salah satu cara agar kita tidak berbelok dari hakikatnya.

Dalam islam pun di jelaskan bahwa ada 2 hubungan di dunia ini, hubungan antar manusia (hablu minannaas) dan juga hubungan dengan tuhan (hablu minallah).

Ro'an juga merupakan salah satu dari berbagai hubungan antar manusia, disinilah santri akan mengkhidmahkan tenaganya untuk pondok pesantren dan juga kyai.

Lebih lebih ketika terjadi pengecoran bangunan, para santri akan sangat bersemangat untuk melakukannya, mengingat apa yang mereka cor adalah bangunan untuk kemaslahatan pondok pesantren, bagaimana tidak barokah kalau begitu ?

Sampai sampai dari mereka, akan menciptakan sebuah sebutan seperti "korosus" (komando ro'an khusus), ada juga "rogoba" (ro'an golek barokah) dan masih banyak lagi.

Setelah selesai melakukan kegiatan tersebut, biasanya para santri akan mendapatkan jatah makanan, namun bukan berarti mereka akan makan sendiri, mereka akan makan bersama, atau lebih di kenal dengan sebutan mayoran.


Itulah sedikit ulasan mengenai ro'an menurut para santri, jika ada penambahan atau apa saja, mohon untuk berkomentar di bawah ini .

Tuesday, 4 April 2017

Scabies, Penyakit Santri Yang Membudaya

Penyakit Yang Diderita Santri
Bincang Santri - Setiap orang pasti pernah mengalami apa itu sakit (kecuali raja firaun), namun sebelum divonis sakit orang tersebut akan terserang penyakit, baik penyakit jantung, HIV, ginjal bahkan hingga penyakit yang bernama scabies atau biasa disebut dengan gudik.

penyakit yang dialami oleh santri

Dalam bahasa inggrisnya disebut dengan scabies dan orang orang jawa menyebutnya gudik atau kudis.

Scabies adalah penyakit kulit yang dapat membuat penggunanya XD (korban), merasakan kegatalan luar biasa dimalam hari.

Salah satu penyebab timbul penyakit ini adalah karena kurangnya menjaga kebersihan, jika sobat mengalami gata gatal pada tubuh dan keluarga sobat baik ayah, ibu, dan juga adik kakak mengalami hal serupa, sudah dipastikan keluarga sobat sudah tervonis penyakit ini (Naudzubillah).

Karena scabies juga termasuk salah satu penyakit yang menular.

Faktanya, penyakit seperti scabies ini rentan sekali terhadap santri, atau bahkan bisa dibilang penyakit wajib yang dialami oleh santri.

Loh kok bisa ? simak alasannya ada dibawah ini

Bagi kalangan santri seperti kami, gudikan adalah penyakit yang sudah mainstrem, hingga terciptalah paradigma di kalangan mereka "kalau tak pernah merasakan gudikan, berarti kamu masih belum bisa disebut santri"

Paradigma seperti ini masih terus berlanjut hingga sekarang, hanya ada satu alasan mengenai timbulnya paradigma ini.

Kurangnya Sosialisasi


Di pesantren para santri akan hidup bersama dengan teman temannya, mereka akan belajar cara bersosialisi yang benar.

Seperti membantu teman ketika kesusahan, meminjami hutang, saling berbagi makanan, pakaian hingga peralatan mandi.

Sudah tidak diragukan lagi kebersamaan mereka, hidup sekamar dalam kesederhaan membuat nilai empati dan simpati terhadap satu sama lain semakin bertambah.

Tidur sebantal dan mandi sekamar sudah menjadi kebiasaan mereka, oleh karena itu, jika terdapat santri yang tidak seperti itu,  berarti santri tersebut kurang bersosialisasi atau bisa disebut santri introvert (Jarang sekali ditemukan santri introvert, meskipun ada walaupun sedikit).

Sedangkan kudis adalah penyakit yang menular, jika salah satu santri terkena penyakit ini, secara tak langsung teman temannya akan terkena juga, mengingat para santri hidup bersama sama.

Penyakit yang disebabkan oleh kutu kutu itu akan berpindah tempat melalui, handuk yang dipakai secara bergantian, bantal yang pakai bersamaan ataupun kontak secara langsung.

Itulah mengapa, jika selama nyantri di pesantren, santri tidak mengalami kudis, berarti selama nyantri ia tidak penah bersosialisasi dengan teman temannya.

Paradigma di atas hanya satu di antara lainnya, ada juga paradigma yang di lontarkan melalui dawuh (ucapan) kyai.

Dawuhnya seperti ini :

"Kalau kamu sudah merasakan penyakit kudis, berarti ilmumu sudah masuk dan insya allah berkah".

Munkin sobat yang membaca ulasan ini, akan bertanya, "apa kaitannya ilmu dan juga berkah dengan penyakit ini ?".

Kalau santri pernah mengalami penyakit kudis, berarti dia sudah bersoasilisasi dengan temannya, otomatis kegiatan sehari hari mereka seperti belajar begitu menyenangkan.

Lainnya halnya dengan santri introvert, untuk melakukan apa saja mereka akan selalu canggung, bertanya canggung, minta bantuan canggung dan lain sebagainya.

Sehingga memperlambat proses belajar di pesantren.

Sedangkan untuk masalah barokah, kalau proses belajar mereka lancar, maka akan timbullah keberkahan dalam proses belajar tersebut.

Karena bagaimanapun berkah adalah segala galanya bagi mereka.


Kehidupan yang jauh dikatakan sederhana, baju di gelantungkan di kamar kamar, kondisi kamar yang memprihatinkan, menjadi salah satu alasan terciptanya penyakit ini.

Bahkan hingga sarana prasana yang kurang memadai menjadi faktor penyebabnya, seperti kurangnya air di pesantren.


Air di kamar mandi yang selalu saja sedikit dan juga bisa saja kosong, membuat para serangga serangga kecil beranak pinak di dalamnya.

Sehingga terciptalah kutu kutu air yang dapat menyebabkan gata gatal pada kulit santri.

Berbagai cara sudah di lakukan agar penyakit ini tidak menimbulkan keseriusan mendalam bagi para santri.

Seperti ro'an akbar (kerja bakti), penyemprotan, dan juga pembersihan kamar mandi secara rutin.

Namun apa daya, penyakit ini selalu saja muncul, bukan hanya di pesantren A, B, dan juga C, semua pesantren yang ada di indonesia pasti mengalaminya.

Oleh karena itu, semoga dengan adanya tulisan kecil ini, bisa membuat orang orang itu sadar bahwa pesantren butuh sesuatu untuk menangani malasah yang berkelanjutan ini.

Bertolak Belakang Dengan Sebuah Hadist


Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa "kebersihan sebagian dari iman", lantas bagaimana dengan kondisi  kebersihan di pondok pesantren yang begitu memperihatinkan ?

Sedangkan pesantren itu sendiri adalah tiangnya pendidikan berbasis islami, atau bisa di katakan pesantren adalah kuncinya ilmu agama islam.

Apakah keduanya tidak bertolak belakang ?

Jika sobat pernah ke pesantren, dan masuk ke kamar para santri dan kalau bisa masuk juga ke kamar mandi.

Sobat yang baru pertama kali masuk akan geleng geleng kepala, terlebih jika sobat mencintai kebersihan dan kerapian.

Sobat akan melihat baju dan sarung yang bergelantungan di langit langit dinding, wadah makanan yang berserakan di pinggir pinggir kamar.

Semua itu adalah bukti bahwa santri rentan terhadap penyakit kudis ini.

Yah, bagaimanapun hal seperti itu adalah hal yang biasa, bahkan terbilang salah satu kebiasaan buruk yang dimiliki oleh santri.


Ada beberapa alasan kenapa pesantren sebagai tiangnya ilmu agama bertolak belakang dengan sebuah hadist.

Namun di antara alasan di atas, hanya satu alasan yang pasti, yakni sarana prasana yang tidak memadai.

Bayangkan, satu kamar yang mestinya di oleh 10 orang, malah di isi 20 orang, bayangkan saja ya seperti apa jadinya.

Namun dibalik ketidak memadaian tersebut, akan terjalin sebuah ikatan antar santri yang melebihi ikatan lainnya.

Penulis tidak membahas lebih jauh lagi, nanti bisa bisa keluar dari tema penulisan ini.

Perlu di ketahui, penyakit scabies atau kudis rentan sekali terhadap santri baru, dan penyakit ini tidak akan bisa tertular kepada orang yang pernah mengalaminya (santri senior).

Layaknya tameng, santri yang sudah merasakan penyakit kudis tidak akan terkena untuk kedua kalinya.

Tak percaya, ? coba sobat mondok XD

Munkin itulah, sedikit tulisan mengenai penyakit kulit (scabies) yang kerap kali terjadi pada santri, jika ada penambahan atau apa saja, mohon untuk berkomentar di bawah ini :).

Sunday, 26 March 2017

Mayoran, Tradisi Makan Ala Santri

Mayoran
Bincang Santri - Di pondok pesantren banyak sekali istilah yang munkin hanya bisa kita temui di pesantren, seperti istilah bandongan, kentongan, takziran, lalaran, dan banyak sekali istilah lainnya, munkin suatu saat akan penulis jelaskan satu persatu, tapi kali ini penulis akan membahas istilah mayoran.

mayoran

Apakah sahabat tau apa itu mayoran ? penulis anggap tidak tau ya XD.

Apa itu mayoran ?


Mayoran adalah istilah yang di gunakan oleh para santri untuk makan bersama, sebagai ungkapan rasa syukur atas apa yang terjadi, seperti telah melaksanakan ujian, berakhirnya masa kepengurusan, pelepasan sebelum liburan panjang dan lain sebagainya.

Bukan hanya di hari hari besar saja para santri akan melakukan mayoran, selama ada kepakatan bersama, mayoran bisa saja terjadi kapan saja, 1 minggu sekali atau 1 bulan sekali.

Ruang lingkup mayoran bisa terjadi pada siapa saja, namun yang sering terjadi adalah anggota jamiyah kamar, bahkan bisa jamiyah asrama pesantren, dan bisa saja semua santri pesantren melakukan mayoran.

Penulis sendiri belum tau pasti asal muasal kata mayoran, kenapa bisa disebut mayoran ? wallahu a'lam, bagi kami kata mayoran bukanlah suatu permasalahan, selama kami tidak merusak eksistensi di dalamnya.

Selain mayoran, terkadang santri menyebutnya sebagai lengseran, makan senampan dan yang anti mainstrem adalah satu wadah banyak tangan XD (kayak setan aja ya) XD.

Untuk mengadakan mayoran biasanya santri mengadakan iuran, dan juga bisa mengambil dana dari kas kamar atau asrama.

Jika itu sudah terjadi, para santri akan membeli bahan makanan yanh dibutuhkan, tak perlu enak enak, Tahu, tempe, terong, kangkung, sudah menjadi pelengkap mayoran, kalaupun ingin sedikit enak mereka akan membeli ayam dan ikan.

Karena mereka sadar, bahan makanan bukanlah tolak ukur bisa terjadinya mayoran, banyak tangan dalam satu nampan itu yang sangat dinantikan oleh para santri.

Jika mayoran terjadi, mereka akan makan senikmat munkin tanpa melupakan fakta unik di dalamnya.


Mengingat ingat mayoran, membuat penulis pengen makan aja XD, karena pada saat menulis ini, penulis lagi lapar laparnya XD.

Perlu sahabat ketahui, mayoran bukan hanya sebatas makan bersama, karena didalamnya ada makna makna tersebunyi jika kita telusuri lebih jauh.

1. Pelepas Penat


Semua orang sepakat bahwa kegiatan santri itu serba sibuk, mengingat dari pagi sampai malam mereka akan melakukan kewajibannya sebagai santri.

Karena itulah, mayoran bisa menjadi obat bagi mereka, karena didalamnya mereka bertemu dalam satu nampan dan tak lupa menu didalamnya XD.

2. Icon Kesederhanaan


Seperti yang penulis jelaskan di atas, untuk melakukan mayoran tak perlu dengan makanan yang mewah mewah, tahu tempe disertai sambal itu sudah menjadi syarat untuk melakukan mayoran.

Kalau makannya mewah dan di tempat di mewah, penulis rasa itu bukanlah mayoran, tapi hanya sebatas makan bersama.

Apalagu kalau makannya sendiri sendiri, malah merusak eksistensi mayoran itu sendiri.

3. Icon Kebersamaan


Jika kita melihat orang makan bersama (tak harus mayoran) dalam satu bungkus nasi contohnya, tanpa sadar kita akan berucap "indahnya kebersamaan mereka"

Munkin hanya itu saja yang bisa penulis sampaikan (mulai lapar -_-), jika ada pertanyaan terkait mayoran, mohon untuk berkomentar di bawah ini ya.

Tuesday, 21 February 2017

4 Kebiasaan Buruk Santri Yang Tak Patut Untuk Di Tiru

Kebiasaan Buruk Santri
Bincang Santri - Santri sebagai orang yang mendalami ilmu di pendidikan berbasis ilmu agama nomor satu, menjadikan santri sebagai orang yang patut di tiru untuk di kehidupan masyarakat, ilmu yang mereka dapatkan dari gurunya akan mereka amalkan sedini munkin serta konsisten (istiqomah), sehingga terciptalah kebiasaan atau tradisi yang mengakar dikalangan santri.

kebiasaan buruk santri

Seperti jika ada salah satu masyaikh (kyai) lewat, mereka diharuskan untuk diam sejenak dan membiarkan kyainya lewat sebagai rasa takdim murid kepada gurunya.

Ada juga kebiasaan santri selepas mengaji kitab kuning, mereka akan berebut unjukan (makan atau minuman yang dihidangkan) kyai demi mengalap barokah


Tapi santri juga hanyalah manusia sebagai tempatnya salah dan lupa, disamping mereka mempunyai kebiasaan baik, mereka juga mempunyai kebiasaan buruk, berikut kami uraikan kebiasaan jelek santri yang tak patut untuk ditiru.

1. Serba Terburu Buru


Kegiatan padat yang ada di pesantren, mau tak mau santri harus melakukan apa saja serba terburu, kalau mereka enjoy bisa bisa mereka akan terlambat dan pada akhirnya akan terkena takzir.

Seperti contoh mandi terburu buru, belum lagi mereka harus antri dari sekian banyak santri.

Dalam satu asrama yang biasanya menyediakan 5 - 10 kamar mandi untuk 100 orang santri, mau tak mau mereka harus sadar akan santri lain yang sedang mengantri.

Untuk menimalisir antrian, para santri harus menanamkan sifat terburu burunya agar santri lainnya bisa meresakan mandi

Biasanya mereka mandi dalam kurun waktu kurang dari 5 menit, biarlah orang orang mengatakan bahwa mereka sedang "mandi bebek" XD

Asalkan temannya bisa mandi mereka rela untuk melakukan itu, bahkan ada juga yang merelakan untuk tak mandi selama 2 hari dengan alasan agar para santri bisa mandi mengingat sedikitnya air yang ada XD (rasanya gimana ya tak mandi selama 2 hari XD)

Jika terdapat santri yang menomorsatukan egoismenya, dia pasti akan di benci oleh santri lain.

Contoh lainnya adalah makan, meskipun makanan itu panas, mereka akan melahap itu semua, yah dengan alasan takut ketinggalan kegiatan selanjutnya.

Meskipun mereka makan terburu buru, mereka masih bisa merasakan nikmatnya makan, padahal yang namanya makan dengan terburu buru itu tak ada nikmatnya sama sekali.

Lalu apa yang menyebabkan mereka menikmati itu?

Makan senampan atau mayoran yang merupakan kebiasaan unik santri ketika makan, membuat makan mereka lebih berarti meskipun sedang terburu buru


Jika kita melihat hadist nabi, bahwa melakukan sesuatu dengan terburu buru adalah hal yang jelek.

Sebagai santri yang padat akan kegiataan, mau tak mau mereka harus melakukan itu.

Jadi untuk kebiasaan terburu buru ini jangan ditiru ya kawan.

2. Minum Makanan Mentah


Kebiasaan satu ini memang sangat berdampak bagi kesehatan para santri, mengingat apa yang mereka makan serta apa yang mereka minum adalah suatu yang masih mentah.

Contoh untuk makanan, biasanya para santri memakan mie instan tanpa di masak terlebih dahulu.

Mereka biasanya menyebut dengan sebutan "mie remuk, mie instan yang diremuk remuk XD

Mereka juga sadar akan dampaknya, tapi tetap saja mereka akan memakan itu dengan alasan :

"Halah, namanya santri ya begini ini" XD

Sehabis makan, tak perlu repot repot untuk mencari minuman, pergi ketempat wudhu untuk berwudhu serta meminum airnya XD

Katanya sih barokah XD

3. Tidak Membereskan Perabot


Sehabis makan, bukannya membereskan perabot seperti panci, kompor dan juga nampan, mereka malah menggeletakkan barang barang tersebut

Jika ditanya kenapa tidak dibereskan terlebih dahulu?

Mereka akan menjawab " Sudahlah, nanti juga ada yang memakai"

Sunggu baik mereka ya kawan XD

4. Ghosob


Inilah kebiasaan buruk santri yang sulit untuk di berantas, berbagai cara telah dilakukan oleh berbagai pihak pesantren, semua sistem telah di terapkan, tapi apa daya, ghosob mengghosob masih mengakar di kalangan santri.

Untuk lebih jelasnya simak ulasan dibawah ini.


Itulah kebiasaan buruk santri yang tak patut untuk ditiru, oh ya pesan penulis jangan dilupakan ya (Jangan ditiru XD), jika ada penambahan serta apa saja terkait artikel ini mohon untuk berkomentar di bawah ini.

Thursday, 16 February 2017

3 Fakta Unik Ketika Santri Jatuh Cinta

Ketika Santri Jatuh Cinta - Sebagai manusia yang memiliki hati serta hawa nafsu, santri juga pernah  merasakan indahnya jatuh cinta terhadap lawan jenisnya (santriwati), kisah cinta mereka di pondok pesantren akan menjadi sebuah kenangan tersendiri jika mereka benar benar jodoh, terlepas dari itu, ada 3 fakta unik ketika santri jatuh cinta, penasarankan? XD.

santri jatuh cinta

Apa saja fakta fakta tersebut?

1. Surat Suratan


Setiap pondok pesantren tidak memperbolehkan santrinya untuk membawa elektronik lebih lebih handphone.

Barang tersebut akan dirampas atau di banting atau bisa saja untuk dijual dan uangnya akan dikelola oleh pihak pesantren.

Lalu bagaimana cara santri untuk menghubungi santriwati??

Tak kekurangan akal, mereka saling terhubung dengan sebuah coretan kertas, layaknya hidup di era 50an yang mana pada saat itu tidak terdapat barang eletronik sedikitpun.

Ada kisah tersendiri menggunakan cara ini, gimana rasanya menunggu surat balasan dari sang pujaan hati, menunggu kabar yang tak kunjung datang.

Menunggu hingga 3 hari, menunggu sampai 1 minggu atau bahkan lebih dari itu.

Santri yang melakukan surat suratan akan selalu gelisah di setiap melaksanakan kegiatan pesantren, yang hanya ada di pikiran mereka hanya ada 1

Apakah surat itu sudah sampai?

Bayangkan saja, jika pembaca melakukan transaksi online, dan tahu barang tersebut tidak sampai ketempat yang dituju, pasti ada rasa kegelisahan.

Bahkan terkadang surat itu malah sampai kepada pengurus, hingga akhirnya sang pujaan hati terkena takzir atau hukuman karena surat surat an.

Pokoknya ada kisah tersendirilah

Uniknya lagi, surat suratan mereka tidak menggunakan bahasa indonesia, apalagi bahasa planet XD

Lalu pakai bahasa apa dong?

Mereka menggunakan tulisan pegon jawa, tulisan arab namun tidak ada makna arabnya sama sekali, untuk lebih jelasnya.


Layaknya tukang antar pos, santri akan menyuruh teman dekatnya si santriwati, atau siapa saja yang pantas mengirim surat tersebut.

Dengan iming iming berupa makanan biasanya XD.

2. Salam Salaman


Fakta unik lainnya adalah salam salaman, seperti halnya surat surat an, bedanya kalau surat suratan menggunakan tulisan lain halnya dengan salam salaman yang menggunakan suara.

Biasanya mereka hanya menggunakan kalimat

"Dapat salam dari santri A atau katanya santri A dia kangen kamu" ecieeee XD

Padahal sudah surat surat an, tapi tetap saja ingin melakukan salam salaman.

Munkin kehendak hati ya XD, yah namanya juga cinta anak muda, cinta monyet XD

Sungguh bahagia sekali santri atau santriwati yang mendapatkan salam dari pujaan hatinya

Meskipun itu semua terdengar dari ucapan orang lain.

3. Ketemuan


Setelah melakukan surat suratan atau salam salam, bisanya santri menyelipkan sebuah kode didalamnya yang berisi janjian untuk bertemu.

Mereka paham betul akan aturan bahwa setiap santri dan santriwati dilarang untuk bertemu.

Namanya juga orang sedang jatuh cinta, katanya gunung akan didaki dan lautpun akan di seberangi (preeet XD), meskipun cinta mereka terhalang oleh dinding pesantren, namun mereka akan tetap berupaya untuk bertemu.


Mereka tidak bodoh, biasanya mereka akan bertemu di kampung dekat pesantren.

Tapi jangan dikira di kampung akan bebas, layaknya di pesantren, dikampung terdapat beberapa orang yang diajak kerjasama oleh pihak pesantren, biasanya mereka dipanggil dengan sebutan pengurus kampung.

Yah cinta mereka tak semudah cinta romeo dan juliet, apalagi cinta di kehidupan luar yang begitu mudahnya untuk bertemu.

Jika ada sampai ada seorang pengurus tahu bahwa mereka ketemuan, sudah bisa dipastikan mereka akan digundul bagi pihak santri dan dijemur untuk santriwati, bahkan ada juga pesantren yang menerapkan hukuman diboyongkan (dikeluarkan) jika melakukan ketemuan dengan lawan jenis.

Perlu di ketahui, sejelek jeleknya boyong itu adalah diboyongkan oleh pesantren.

Seketat apapun pondok pesantren, pasti ada celah untuk lolos, biasanya para santri senior paham akan pola kehidupan pesantren, hingga akhirnya mereka lolos dari namanya takziran dan menyelundup sebaik munkin.


Perlu diketahui ya, pacaran di pondok pesantren adalah salah satu pelanggaran besar, karena pada dasarnya kita mondok itu mencari ilmu bukan mencari santriwati XD, namun tetap saja ada segelintir santri santriwati yang pacaran.

Itulah 3 fakta unik ketika santri jatuh cinta, jika ada penambahan atau apa saja terkait artikel ini, mohon untuk berkomntar di bawah ini.

Thursday, 9 February 2017

5 Sifat Santri Yang Patut Untuk Ditiru

Sifat Anak Pesantren
Bincang Santri - Setiap orang mempunyai karatekristik yang berbeda beda, Allah menciptakan mereka dalam keberbedaan meskipun mereka adalah kembar, baik secara jasmani (tubuh), maupun rohani (sifat), begitu pun dengan santri, ada 5 sifat santri yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang dan sifat tersebut patut untuk ditiru di era yang semakin modern ini.

sifat sifat santri

Lalu apa saja sifat sifat itu?

1. Sopan Santun


Sifat yang pertama adalah sifat sopan santun, di awal mondok, bukan ilmu fiqih, tauhid, nahwu atau semacamnya yang di ajarkan, namun santri baru akan di ajarkan ilmu sopan santun pengambilan dari kitab ta'lim muta'allim.

Kitab tersebut berisikan tentang bagaimana sikap seorang tholabul ilmi (santri) kepada gurunya.

Bagaimana tutur kata yang baik kepada sang guru dan bagaimana sikap santri jika ada kyainya.

Semua terpapar jelas dalam kitab ta'lim muta'allim.

Dengan pengajaran langsung dari orang yang sudah mengamalkannya, menjadikan santri seorang yang sopan dan santun bagi orang tua, guru dan juga mertua.

Mereka para santri sudah paham betul letak antara ilmu dan akhlaq.

Dan dikemudian hari, mereka akan mengaplikasikannya kepada orang tua mereka.

Orang tua mana yang tak senang melihat anaknya begitu sopan kepadanya.

Setiap orang tua pasti mendambakannya, lebih lebih sekarang ini, semakin banyak anak yang tak patuh kepada orang tuanya. (Naudzubillah)

Sebagai orang tua mestinya membuat suatu kebijakan untuk anaknya, salah satunya dengan memondokkan anaknya


Bukan hanya guru dan orang tua yang mendapat dampak dari sopan santunnya seorang santri.

Mertua pun akan mendapat imbasnya, mereka para mertua akan senang melihat sikap mantunya yang begitu sopan dan santun. XD

Insya allah

2. Disiplin


Di kehidupan pondok pesantren, santri diajarkan untuk tidak telat dalam keadaan apapun dan selalu mentaati peraturan yang ada.

Awalnya bagi santri baru akan terasa amat susah, (namanya aja baru, gimana gimana mesti harus menyesuaikan keadaan)

Tapi lama kelamaan para santri itu akan terbiasa, karena setiap pondok pesantren tak lepas dari "Dipaksa, Terpaksa, dan akhirnya Terbiasa".

Dipaksa untuk melakukan itu, kalau tidak melakukan akan mendapat takziran, akhirnya sang santripun Terpaksa untuk melakukannya.

Waktu sudah berlalu, akhirnya sang santri sudah terbiasa dengan kegiatannya.

Entah itu kegiatan mengaji, hafalan maupun setoran


Kedisiplinan mereka sudah tidak dapat diragukan lagi, di era yang semakin modern ini, susah untuk mencari pekerjaan.

Begitupun dengan perusaan atau istansi, mereka juga kesusahan mencari seorang pekerja.

Oleh karena itu sifat kedisiplinan santri patut kita tiru.

3. Sederhana


Sifat yang kedua ini jarang sekali kita temukan di kehidupan masyarakat, lebih lebih di daerah perkotaan.

Sifat angkuh yang menyelimuti diri manusia, membuat mereka enggan untuk hidup sesederhana munkin.

Namun angkuh bukanlah sifat seorang santri, mereka mondok di ajarkan untuk hidup sederhana.

Entah itu sederhana pakain, makanan, kamar tidur, maupun kamar mandi.

Dari soal makanan, mereka setiap harinya makan berlaukkan tahu dan tempe, bahkan ada juga yang hanya berlaukkan garam + minyak (Nasi goreng ala santri XD).

Namun, dibandingkan dulu terkait soal makanan, santri dulu dengan santri sekarang beda jauh.

Beberapa orang mengatakan "santri sekarang tirakatnya kurang"

Itu memang benar adanya, meskipun begitu, itu semua tak dapat merubah eksistensi (hakikat) seorang santri.


Tadi sederhana soal makanan, sekarang soal tempat.

Pernahkah pembaca memasuki kamar santri?

Kamarnya memang luas, tapi tak layak jika banyak orang yang menempati nya.

Bayangkan saja, kamar yang ssharusnya di isi oleh 10 santri namun malam diisi dengan 20 santri.

Jika wali santri masuk, mereka akan berpikir sedang berada dipasar, karena didepan mereka terdapat ikan pindang yang berjejeran XD.

Disamping itu mereka hanya beralaskan keramik, soal bantal mereka tak ambil pusing, bantal mereka adalah bokong temannya XD

Sifat sederhana ini, insya allah akan terbawa ke dunia bermasyarakat sesungguhnya.

Mereka tidak akan terkejut jika keadaan itu menimpa mereka, karena sadari dulu mereka sudah terbiasa akan hal itu.

Buat para wanita, jika anda ingin hidup sederhana, santri adalah jawabannya XD.

4. Kebersamaan


Sifat kebersamaan mereka dapat di ajungi jempol, berbagai kegiatan mereka lakukan secara bersama, baik itu makan bersama, tidur bersama, hingga mandi bersama sama XD

Ada banyak faktor, kenapa sifat kebersamaan mereka begitu kuat dan erat.

Salah satunya adalah keadaan, keadaan membuat kebersamaan mereka semakin kuat.

Keadaan karena mereka teman seperjuangan mondok, keadaan dalam sekamar, keadaan sama sama tak punya uang bahkan keadaan karena di takzir bersama.

Kebersamaan mereka bukan hanya di pesantren saja, di waktu liburan pun mereka akan berjanji untuk saling bertemu (cie cie XD)

Selama satu sama lain masih hidup, mereka akan terus menjaga kebersamaan itu.

5. Mandiri


Sifat terakhir yang miliki santri adalah sifat kemandiriannya, ibarat sebuah burung yang di lepas oleh orang tuanya, santri pun begitu.

Dengan tujuan baik untuk anaknya sendiri, mau tak mau santri harus merelakan kasih sayang orang tuanya

Di pesantren mereka akan belajar bagaimana hidup tanpa bimbingan orang tua.

Bagaimana cara mereka mengelola uang, mengelola pikiran, hingga mengelola makanan XD

Oleh sebab itu semua santri pasti mempunyai sifat kemandirian yang jarang miliki oleh anak seusianya

Itulah 5 sifat santri yang patut untuk ditiru, tapi perlu di ketahui juga bahwa tak semua santri memiliki sifat sifat tersebut.

Tapi insya allah kebanyakan para santri mempunyainya, jika ada penambahan terkait ini, mohon untuk berkomentar di bawah ini

Thursday, 2 February 2017

Penyebab Dan Dampak Pulang Tanpa Izin Bagi Santri

Bincang Santri - Seperti halnya orang orang, santri pun mempunyai rasa jenuh dalam dirinya, ketika itu terjadi ada banyak hal yang dilakukan agar rasa jenuh itu hilang, ada yang melakukan dengan mengaji, ngopi, bahkan ada yang keluar / pulang tanpa izin.

santri pulang tanpa izin

Pulang tanpa izin adalah ya pulang tanpa izin XD

Pulang tanpa izin adalah salah satu peraturan  yang hukumannya sangat berat, bahkan bisa mendapat takziran berupa di plontos / di gundul seperti boboho XD.

Baca Juga : 8 Takziran / Hukuman Ala Santri

Santri juga bisa disebut sebagai tamu di rumahnya orang, jadi setidaknya selama kita mondok harus mentaati peraturan seperti dilarang pulang tanpa seizin pengurus

Banyak faktor yang menyebabkan santri pulang tanpa izin, Salah satunya yang umum adalah tidak betah di pesantren.

Jika kiga sub kan lagi, tidak betah di pesantren itu alasannya sangat banyak, munkin suatu saat penulis akan mengulas tentang penyebab tidak betah di pesantren.

Kejadian pulang tanpa izin ini sering kali terjadi pada santri baru, munkin karena mental mereka masih belum seberapa kuat ditinggal keluarganya, dan munkin saja dikarenakan masih belum bisa beradaptasi dengan teman temannya.

Di gojlok (bully) sedikit saja sudah ngambek, bahkan ada juga yang ngelaporin ke orang tuanya.

Baca Juga : Gojlokan, Pembulliyan ala santri

Lalu apakah santri lama tidak melakukan pulang tanpa izin?

Siapa bilang, bukan hanya santri baru saja yang melakukan pulang tanpa izin, santri lama pun melakukannya.

Cuman letak perbedaannya di antara keduanya adalah santri baru sering ketahuan oleh para pengurus.

Lain halnya dengan santri lama, mereka lihai melakukan aksinya, tanpa diketahui pengurus.

Santri baru balik kepondok di botak
santri lama balik kepondok utuh

Namanya juga senior, sudah paham seluk beluk pesantrennya.

Banyak alasan yang menjadi penyebab santri lama melakukan pulang tanpa izin, salah satunya adalah karena jenuh di pondok pesantren.

Jenuh dengan tidak betah sangat berbeda, jenuh akan hilang jika ada kesenangan sedikit saja yang menghinggapi pikiran.

Kalau tidak betah lebih parah lagi.

Lalu apa dampak dari pulang tanpa izin?

Dampak dari pulang tanpa izin sangat banyak sekali, jika dari sudut pandang aturan, melakukan pulang tanpa izin akan mendapatkan takziran di gundul.

Dampak lainnya adalah menyakiti kyainya, hingga menimbulkan ketidak berkahan dalam menggapai ilmu.

Baca Juga : Bagi Santri, ngalap berkah adalah segalanya

Bukan hanya kyai saja yang disakiti, orang tua di rumahpun tak senang jika melihatnya pulang, apalagi pulang tanpa izin

Penulis pernah mendengar sebuah cerita dari sang kyai, bahwasannya dulu ketika beliau masih nyantri di ponpes, ada hari dimana beliau hendak pulang karena ada keperluan.

Sesampainya di rumah, beliau disuruh pulang oleh ayahnya.

"Mondok iku ojok mule mule tok / kalau mondok itu jangan pulang pulangan"

Padahal beliau hanya sekali pulang, itupun karena ada keperluan.

Sering pulang ke rumah bisa juga sebaga tolak ukur santri tersebut betah atau tidaknya di pesantren.

Lalu kapan biasanya santri akan melakukan aksinya (pulang / keluar tanpa izin)

Untuk pertanyaan di atas, penulis akan pisahkan sendiri, dan lain kali akan membahasnya.

Ya itulah sedikit tentang penyebab dan dampak dari pulang tanpa izin bagi santri, jika ada penambahan mohon untuk berkomentar di bawah ini

Wednesday, 1 February 2017

Malam Jumat, Malam Minggunya Anak Santri

Bincang Santri - Sudah sejawajarnya jika seorang yang telah bekerja berhak mendapatkan haknya untuk beristirahat, Mayoritas masyarakat pada umumnya akan berlibur di hari ahad, namun berbeda dengan para santri, mereka akan berlibur dari padatnya kegiatan di hari jumat.
 
malam jumat santri

Hari jumat adalah hari besarnya umat islam, sebagai pendidikan yang mencetak muslim muslim sejati, semua pondok pesantren meliburkan kegiatannya di hari jumat.

Sebelum berlibur di hari jumat, santri akan melewati malam panjangnya di malam jumat.

Banyak yang berifikir malam jumat identik dengan malam yang sakral, ada kekuatan mistis yang besar di malam jumat hingga terciptalah sebuah persepsi malam jumat kliwon.

Seperti halnya khalayak umum, sebelum melakukan tidur panjangnya di waktu libur, mereka para santri akan melaksakan kegiatan yang dapat merefresh pikiran dari penatnya pelajaran, hafalan hingga setoran

Baca Juga : Setoran, Kegiatan yang menakutkan bagi santri

Malam jumat bagi santri adalah malam minggu, malam dimana kebagiaan akan muncul untuk menanti hari jumat.

Jikalau malam minggu di isi dengan kencan (bagi yang punya XD), kumpul kumpul dengan teman, bahkan hingga  terjerumus kedalam lubang maksiat.

Santri punya sikap sendiri bagaimana cara menyikapi malam minggunya.

Seperti biasanya di malam jumat setelah melaksanakan pembacaan yasin dan tahlin di lanjutkan dengan pembacaan sholawat, mereka para santri senangnya bukan main, karena dari situlah awal mula dimulainya malam minggunya mereka.

Ada yang ngopi sambil bercerita apa yang dilakukan besok pada saat pulangan, ada juga yang bercerita masa masa dia dulu mondok, bahkan bagi santri putri akan saling membahas para santri idamannya.

Sedangkan bagi santri baru, malam jumat adalah malam dimana mereka akan mendapatkan cerita misteri dari para senior.

Para senior akan bercerita bahwa didalam kamar mandi itu sering kedapatan santri yang bertemu dengan seorang  Pria bertubuh besar di pojokan kamar mandi.

Baca Juga : Wanita berkaki kuda di kamar mandi

Bahkan para senior juga akan bercerita tentang herlina, bagaimana ia bisa masuk kepondok, dan apa permasalahan yang terjadi pada herlina.

Baca Juga : Herlina, Wanita yang jadi misteri di kalangan santri

Bukan berarti malam jumat hanya di isi  dengan cerita saja, mereka yang tertuntut hafalan, akan meluangkan waktunya lebih lama lagi untuk setoran besok.

Diwaktu teman temannya saling bercerita ditemenai secangkir kopi, mereka para hafidzul quran (orang yang mengahafal al quran), dimalam minggunya akan di isi dengan hafalan.

Ada juga yang mengisinya dengan mencuci pakaian, mengingat waktu yang sangat terbatas, membuat malam jumat adalah pilihan terbaik untuk mencuci pakain.

Setelah merasakan letihnya mencuci, dihari jumat mereka akan langsung sembari menunggu sholat jumat.

Munkin itulah yang bisa penulis jelaskan terkait, malam jumat malam minggunya anak santri, jika ada penambahan mohon untuk berkomentar di bawah ini.