Showing posts with label Kisah Santri. Show all posts
Showing posts with label Kisah Santri. Show all posts

Saturday, 11 November 2017

Kisah Kyai Kocak Dan Santrinya

Kyai Kocak
Bincang Santri - Masih dalam kisah santri kocak berjalan di atas air, setelah beberapa bulan di rumah, syukron berkeinginan untuk sowan kembali ke kyainya, dia ingin mengutarakan bahwa dia akan segera melamar wanita yang dicintai, dan berangkatlah syukron menuju pondok pesantren.

kyai lucu

Sowan Ke Kyai


Setelah sampai di pondok pesantren, seperti biasanya, syukron langsung menuju ke dalem kyai, dengan menggunakan jasa santri dalem, syukron menyuruh santri dalem tersebut bahwa ada alumni santri yang ingin sowan.

Syukron : "Assalamualaikum".
Kyai : "Walaikumsalam".

Syukron : "Maaf yai kalau mengganggu".
Kyai : "Tidak nak, monggo masuk ke ruang tamu".

Syukron di persilahkan masuk dan duduk oleh kyai, perkapanpun dilanjut kembali.

Syukron : "Saya ingin bilang ke kyai, bahwa besok saya mau lamaran, saya mau minta doanya kyai, agar acaranya besok menjadi lancar".

Kyai : "Oh lamaran toh, iya nak, mudah mudahan besok acaranya lancar".
Syukron : "Amiin".

Pak kyai pun berdoa agar acara syukron menjadi lancar dan syukron hanya mengamini saja.

Setelah berdoa selesai, kyai pun ingat ada sesuatu yang ganjil dan perlu di ungkapkan kepada syukron.

Kyai : "Oh iya nak, dengar dengar sekarang kamu bisa berjalan di atas air ya ? sakti juga kamu nak".

Syukron : "Pak kyai tau dari mana ?".

Kyai : "Sudah banyak yang tau kok nak, kalau boleh tau apa amalannya nak, amalan yang bisa membuatmu berjalan di atas air".

Syukron : "Kalau amalannya saya hanya membaca amalan yang pernah diberikan oleh pak kyai".

Kyai : "Kok aku nak ? , emang aku pernah ngasih kamu suatu amalan ?".

Syukron : "Iya kyai, amalan bismillah nangka setugel".

Kyai mengingat ngingat kejadian sebelumnya, apakah benar ia pernah memberi amalan tersebut.

Kyai : "Beneran nak, itu amalan yang kau ucapkan ?".
Syukron : "Iya yai".

Pak kyai pun tak percaya dengan yang di ucapkan oleh syukron, padahal amalan yang beliau kasihkan kepada syukron hanya sebatas guyonan belaka.

"Aku harus membutikannya nanti malam" ucap pak kyai dalam hati.

Setelah berlama lama di dalem kyai, syukron pun akhirnya meminta izin untuk pulang.

Waktu pun berlalu, kini gelapnya malam yang diterangi oleh rembulan sedang memancarkan cahayanya di pondok pesantren.

Pak kyai pun pergi ke sungai dibelakang ponpes untuk membuktikan kekuatan amalan tersebut.

"Bismillah nangka setugel" ucap kyai

"Byuuuuuurrrr"

Pak kyai tersungkur kedalam sungai, karena pada saat itu anginnya sangat kencang, mau tak mau pak kyai harus menahan dingin yang tak terhankan.

Pak kyai tak menyerah, beliau mencobanya kembali.

"Bismillah nangka setugel" Ucap untuk kedua kalinya.

"Byuuuuuuurrrr".

Beliau kembali tersungkur kedalam sungai yang semakin dingin.

Mendengar suara orang yang sedang mandi dibelakang rumah, istri pak kyai pun mencari asal usul suara tersebut.

"Aabaaaah" ucap istri kyai
"Ngapain abah mandi malam malam, nanti bisa sakit, ayo naik baaaah".

"Bentar miiii, kurang sedikit, kalau selesai nanti abah langsung pulang". balas pak kyai.

"Ada ada saja abah ini"

Setelah istri pak kyai kembali kerumah, pak kyai pun mencoba kembali amalan tersebut.

"Bismillah nangka setugel" sambil melompat

"Byuuurrrrrrr" untuk ketiga kalinya beliau terjatuh ke dalam air, dan beliau pun akhirnya menyerah, dengan berbasah bahasan, beliau pun pulang untuk menghangatkan tubuhnya yang sedang kedinginan.

(Selesai)

Kembali ke
Episode 1 : Kisah santri kocak berjalan di atas air

Itulah kisah kyai kocak dan santri sakti, jika ada penambahan atau apa saja, mohon untuk berkomentar dibawah ini.

Saturday, 4 November 2017

Kesaktian Santri Abdi Dalem

Karomah Santri
Bincang Santri - Cerita ini adalah lanjutan dari kisah santri abdi dalem, yang dalam akhir cerita sang kyai pondok pesantren al hidayah mengumpulkan seluruh santrinya dengan tujuan untuk menemukan santri yang telah bermimpi menjimak istrinya, nah tak perlu berlama lama lagi, bergini alur kelanjutannya.

khodam kyai

Kisah Santri Sakti


Sang kyai mengumpulkan santrinya di masjid pondok pesantren, dan beliau mengatakan kepada seluruh santrinya.

"Apakah ada diantara kalian yang telah bermimpi menjimak istriku tadi malam ?" begitu ucap beliau.

Seluruh santri terdiam, suasana menjadi lebih hening dari biasanya, banyak santri yang berfikir kenapa kyainya mengatakan hal seperti itu, ada apa gerangan ?.

"Tak usah malu, aku tidak akan memarahi kalian kok, saya ulangi lagi, apakah diantara kalian yang tadi malam bermimpi menjimak istriku ?" lanjut sang kyai.

Semua masih terdiam, tak ada santri yang mengaku, entah karena takut atau memang tidak pernah bermimpi hal semacam itu.

Namun dugaan itu salah, santri yang bernama iqbal dari tadi tubuhnya mengeluarkan keringat dingin.

Dia adalah santri yang sedang di cari cari oleh kyainya, karena dia tadi malam bermimpi menjimak istri sang kyainya.

Tapi karena rasa takut yang mendalam, iqbal tak berani mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.

"Baiklah kalau tidak ada yang mengaku, saya beri waktu tiga hari bagi santri yang bermimpi kejadian itu untuk melaporkan kepada saya di rumah saya, jika tidak saya akan menggunakan cara lain" ungkap sang kyai.

Keseriusan kyai nampak terlihat melalui kata kata yang di lontarkan oleh beliau, hingga akhirnya beliaupun pergi meninggalkan tempat perkumpulan.

Iqbal sedari tadi mulai kebingungan dengan apa yang harus ia lakukan, apakah ia harus menemui gurunya untuk menceritakan hal yang terjadi atau malah mengabaikannya ?.

Waktu kian berganti, sudah 3 hari sejak sang kyai mengumpulkan seluruh santrinya, dan kini sang kyai mempunyai ide baru untuk menemukan santri yang dimaksud.

Beliau mempunyai ide untuk mengumpulkan seluruh santrinya kembali kedalam rumahnya, untuk melewati pintu rumahnya yang mana di atas pintu tersebut terdapat sebuah ranting yang menjulur kebawah.

Jika ada santri yang melewati pintu tersebut dan terkena ranting, maka dialah santri yang bermimpi menjimak istri sang kyai.

Semua santri berbaris seperti yang telah diperintahkan oleh sang kyai, termasuk santri yang bernama iqbal.

Santri berperawakan kecil dengan mudah melewati pintu tersebut, namun ada yang aneh saat santri bertubuh tinggi melewati pintu tersebut.

Semua santri mengira bahawa santri bertubuh tinggi tersebut akan mengenai pintu, namun perkiraan itu meleset jauh.

Santri bertubuh tinggi dengan mudahnya melewati pintu tanpa mengenai ranting sama sekali.

Kini tiba gilaran iqbal, dia yakin bahwa rantingnya tidak akan mengenainya, dengan santainya diapun melewati pintu.

Namun apa yang terjadi ?.

Iqbal tanpa sadar mengenai pucuk dari ranting tersebut, dan semua orang melihatnya, padahal jika dilogikakan, iqbal termasuk santri bertubuh pendek.

Tapi kenapa ranting itu bisa mengenainya.

Wallahu a'lam.

Ranting tersebut ternyata bisa memanjang dan memendek sesuka hati, jika ada orang tinggi yang melewatinya, maka ranting tersebut akan memendek, begitu sebaliknya dan itulah yang dirasakan oleh iqbal.

Dan mau tak mau iqbal harus menghadap kyainya.

"Jadi kamu yang bermimpi menjimak istriku, apakah itu benar ? tanya kyai.

"En,,, enggeh kyai" iqbal menjawab dengan gugup.

"Kenapa kamu tidak bilang dari kemarin ?" tanya lagi kyai.

"Saya takut dimarahi yai" jawab iqbal.

Kyai : "Sekarang kamu tidak usah mondok disini, pulanglah".

Iqbal : "Kenapa kyai ?"

Kyai : "Kamu sudah mengambil semua ilmuku, tak ada yang dapat ku ajarkan kepadamu".

Iqbal : "Kenapa bisa begitu yai " ?.

Kyai : "Mimpi menjimak istriku adalah bukti bahwa kau sekarang sudah setara denganku, pulanglah".

Sebagai santri, iqbal tau arti ketaatan yang sesungguhnya, dia pun akhirnya bersedia untuk meninggalkan pondok pesantren tercintanya.

Semua santri tau berita tersebut, dan kagum akan iqbal.

Iqbal pun pulang kerumahnya dengan cara terbang, dan pastinya membaca nadhoman alfiyah terlebih daluhu.

Hingga akhirnya iqbal menjadi ulama besar di rumahnya tempat ia akan berdakwah.

(Selesai).


Nah itulah kisah kesaktian santri abdi dalem, jika ada pertanyaan atau apa saja, mohon untuk berkomentar dibawah ini.

Thursday, 2 November 2017

Kisah Salafi Santri Abdi Dalem

Kisah Santri Salafi
Bincang Santri - Dua gunung berjejeran satu sama lain, dengan kegagahannya yang membuat siapa saja terkagum terhadap yang menciptakannya, dan dibawah lereng gunung tersebut berdirilah pondok pesantren, santri kyai hidup berdampingan dengan penduduk sekitar, mendapatkan informasi seperti itu akhirnya seorang anak memutuskan untuk menjadi santri di pondok pesantren tersebut.

kisah khodam kyai

Kisah Santri Salaf


Sebut saja namanya iqbal, sudah 12 tahun lamanya ia mondok di pesantren al hidayah, dia masih ingat betul bahwa dia masuk ke pesantren al hidayah disaat dia berumur 10 tahun, dan kini ia sudah genap berumur 22 tahun.

Iqbal berbeda dengan santri pada umumnya, disaat teman temannya berkumpul ria, ia masih sibuk dengan pekerjaannya.

Pekerjaan yang dia lakukan adalah membantu urusan keluarga kyai atau pengasuh pondok pesantren al hidayah.

Karena itulah, banyak teman temannya yang memanggil iqbal dengan sebutan santri abdi dalem.


Kurangnya biaya untuk belajar, menjadi alasan utama iqbal menjadi khodam kyainya.

Ada senang maupun susah didalamnya, senang karena bisa dekat dengan kyainya dan membantu urusan pribadi beliau, susah karena jarang berkumpul dengan teman santri lainnya.

Meskipun menjadi santri abdi dalem, iqbal tergolong santri yang pintar di antara lainnya, itu dibuktikan dengan peringkat pelajar yang selama ini ia peroleh.

Selain itu, ada keistimewaan dalam diri iqbal, yang bahkan kyainya sendiri tidak mengetahuinya.

Keistimewaan ini terjadi di tahun sebelumnya, atau saat iqbal berumur 21 tahun, saat itu ia sedang melakukan lalaran nadhoman alfiyah di sawah kyainya.


Setelah sampai di tempat, ia teringat akan sesuatu, yakni cangkul yang ia gunakan untuk membajak sawah ketinggalan di dalem kyai.

Jarak antara dalem kyai dan sawah sungguh sangat jauh, munkin kisaran 3 KM, kalau iqbal kembali lagi untuk mengambil barang tersebut, maka waktu untuk lalaran nadhoman alfiyahnya tidak ada sama sekali, malah kemakan oleh waktu perjalanan.

Akhirnya iqbal memutuskan untuk kembali ke ndalem, di perjalanan kembali, iqbal berjalan secara perlahan lahan sambil membaca nadhoman alfiyah.

"Coba aku bisa terbang, munkin saat ini aku sudah sampai di tempat" begitu ucapnya.

Iqbal masih terus melafadzkan nadhomannya, dan dia meloncat sambil membayangkan bisa terbang.

Sungguh di luar dugaan, iqbal benar benae bisa terbang, seperti apa yang dia pikirkan.

Iqbal awalnya kaget, kenapa ia bisa terbang ? munkin inilah yang dinamakan karomah.

Dengan keistimewaan terbang tersebut, kini iqbal bisa pergi kemana saja dengan cepat, namun sayang, ada syarat yang harus dilakukan sebelum ia bisa terbang.

Syarat tersebut adalah iqbal harus membaca nadhom alfiyah terlebih dahulu, kalau tidak maka ia tidak akan bisa terbang.

Iqbal pernah membutikannya apakah dengan membaca nadhoman selain alfiyah ia bisa terbang ? nyatanya tidak.

Keistimewaan bisa terbang yang di miliki oleh iqbal hingga saat ini tak seorangpun yang mengetahuinya.

Hingga pada suatu malam, kyai atau pengasuh pondok pesantren al hidayah bermimpi istrinya telah dijimak atau disetubuh* oleh santrinya sendiri.

Namun dalam mimpi tersebut tidak begitu jelas, siapakah yang menjimak istri beliau.

Beliau yakin bahwa ada santrinya yang bermimpi seperti itu pula, akhinya beliau mengumpulkan seluruh santrinya di satu tempat untuk menanyakan siapakah yang tadi malam bermimpi menjimak istrinya.

Tujuan dari pengumpulan santri itu adalah untuk menemukan si penjimak istrinya dan akan mengusirnya dari pondok pesantren, karena beliau yakin bahwa jika ada yang menjimak istrinya (dalam mimpi), maka ilmu santri dengan kyai sudah setara.

(Bersambung)

Nantikan episode selanjutnya hanya di blog bincang santri :).

Nah itulah kisah santri abdi dalem, jika ada penambahan atau apa saja, mohon untuk berkomentar dibawah ini.

Thursday, 7 September 2017

Hilangnya Keistimewaan Sang Santri

Keistimewaan Santri Pondok Pesantren
Bincang Santri - Kegelapan malam serta rembulan yang memang pada saat itu sebagai penerang satu satunya menjadi teman temanku, aku dan kyai mansur masih terus berjalan namun langkah kakiku terhentikan.

santri istimewa


"Nak, sepertinya kita harus cepat cepat, mau hampir shubuh, disana ada persimpangan, kita lewat sana sebagai jalan pintas kita".

"Enggeh kyai".

Setelah menelusuri jalan yang ditunjuk oleh kyai mansur, ternyata jalan yang di maksud adalah sebuah aliran sungai.

Agar cepat sampai, aku dan kyai mansyur harus berenang.

Tapi siapa sangka, aku masih tak percaya dengan apa yang kulihat ini.

Kyai mansyur yang sedari tadi bersamaku, dengan santainya berjalan di atas aliran sungai.

"Hei nak, ayo cepat kesini" sambil melampaikan tangannya.

Mendengar ucapannya, aku terbangun dari lamunan yang barusan aku lihat.

Untungnya, aku bisa berenang, air di keheningan malam membuat tubuhku gemetaran.

Sesampainya di seberang, kyai mansyur berkata padaku :

"Kita istirahat sejenak".
"Enggeh kyai". jawabku

Aku masih tak percaya dengan apa yang kulihat beberapa menit yang lalu.

Seorang bertuliskan "Ahlun Naar" bisa melakukan hal seperti itu dan akupun terlena oleh bayang bayang.

"Hei nak, kenapa kau kaget seperti itu ? apakah yang kau cari dari sudah kau dapatkan ?" apakah pembenar dari tulisan di kening ini sudah kau dapatkan ? apakah kau masih ragu dengan keistimewaanmu sendiri?".

Aku kaget mendengar ucapannya, pertanyaan demi pertanyaan beliau lontarkan kepadaku, dari mana brliau tau semua itu, aku hanya bisa menunduk pasrah mendengar apa yang beliau ucapkan.

"Hei nak ali, janganlah kau cemaskan apa yang tertulis di keningku ini, dan jangan pula kau mencari apakah aku berhak masuk neraka atau surga karena tulisan ini, pertama : apa yang kau lihat belum tentu dari hatimu yang bening, kedua : sebagaimana kau ketahui, aku adalah milik allah, begitupun kamu, terserah allah memasukkan aku dimana, allah tak perlu alasan untuk melakukan itu".

"Kau lihat orang orang tadi, apakah kau mengira mereka akan masuk neraka ? sedangkan orang orang yang bernana kyai akan masuk surga?".

"Perlu kau ketahui nak, terkadang anugerah bisa jadi musibah, kah lihat tadi mereka, mereka adalah orang orang yang jauh dari sifat sombong dan hal hal yang membesarkan diri, berbeda dengan orang orang besar, godaan untuk bersifat sombong itu ada setiap saat, lebih lebih keistimewaab tersebut sudah diakui oleh kebanyakan orang".

"Ayo kita pulang".
"Enggeh kyai"

Malam ini, malam yang dari segalanya, banyak yang aku dapatkan dari kyai satu ini, pikiranku terbuka lebar karenanya.

Aku berdiri, tapi saat aku menoleh, kyai mansyur sudah tak ada.

Aku berjalan melewati semak semak, mendengar suara adzan berkumandang, aku cepat cepat untuk pergi ke arah suara agar bisa ikut sholat berjamaah dengan beliau.

Namun harapan telah usai, kyai mansyur tak ada disana.

Kemanakah beliau ?

Tiba tiba ada orang yang menghampiriku.

"Apakah samean mas ali ?".
"Iya pak"

"Ini titipan dari mbah kali" sambil menyodorkan barang barangku.

"Kemana beliau pak ?" tanyaku.

"Mana kutahu, warga sini tak tau dari mana mbah kali dan kemana tujuannya".

- Selesai -

Kembali Ke :

Episode 2 : Kisah wali allah dan santri

-----

Alhamdulillah, akhirnya kisah ini telah usai sudah, perlu kau ketahui sobat, cerita santri ini adalah cerita yang saya dapatkan setelah membaca karangan cerita KH Mustofa bisri (gusmus).

Jadi cerita ini bukan saya yang buat, namun saya ubah dengan gaya bahasaku sendiri kawan (untuk melatij skill haha).

Nah, maaf sebelumnga jika sobat menunggu terlalu lama untuk cerita ini, maafkan ya :).

Kalau begitu, jika ada yang perlu ditanyakan dari episode hilangnya keistimewaan sang santri, mohon sobat untuk bertanya melalui kolom komentar dibawah ini.

Sunday, 27 August 2017

Kisah Santri Menantu Idaman

Menantu Idaman Kyai
Bincang Santri - Setiap orang tua pasti ingin mempunyai menantu idaman, terlebih menantu tersebut bisa menjadi cahaya harapan dalam keluarga, bukan tips atau triknya yang akan kami bahas,melainkan sebuah cerita mengenai seorang kyai yang sedang dilema untuk mencari menantu idamannya, hanya ada 2 pilihan, santri atau non santri.

santri jadi menantu kyai

Kisah Santri


Sebut saja di pondok pesatren al ikhlas, terdapat seorang kyai yang mempunyai 2 menantu, menantu pertama lulusan pesantren, satunya lagi lulusan universitas negeri.

Tak ada yang tau, kenapa sang kyai bisa mempunyai dua menantu, adakah alasannya ? entahlah XD.

Mau tak mau, sang kyai harus memilih satu diantara keduanya, pilih santri atau mahasiswa.

Karena tak munkin jika menikahkan putrinya kepada kedua orang tersebut.

Akhirnya sang kyai berisiatif untuk mengadakan sebuah tes guna melihat sejauh mana mereka pantas untuk bersanding dengan putrinya.

Sang kyai memanggil keduanya ke rumahnya.

Karena sebelumnya tak ada pemberitahuan sama sekali terkait hal ini, baik santri maupun mahasiswa merasa pasti ada sesuatu yang telah di persiapkan oleh sang kyai.

Mereka bertiga berhadapan, rapat paripurna pun sudah berlangsung.

Kyai : "Tahukah kalian, kenapa aku panggil kesini ?".

Santri : "Mboten yai".
Mahasiswa : "Tidak kyai".

Kyai : "Aku ingin mengajukan sebuah pertanyaan kepada kalian berdua".

Mereka berduapun mengangguk tanda bahwa mereka sudah siap.

Kyai : "Pertanyaannya begini, kenapa pohon jawi tidak bisa tumbuh besar, aku ingin mendengar jawabanmu dulu nak" sambil mengarah kepada menantu lulusan pesantren.

Santri : "Ngapuntene, karena allah sudah menetapkan hal tersebut, mau tak mau pohon jawi takkan bisa tumbuh besar  dan hanya sebatas itu".

Mendengar jawaban dari sang santri, sang kyai manggut manggut.

Kyai : "Baik, selanjutnya kamu nak" menoleh ke arah menantu lulusan universitas.

Mahasiswa : "Seperti yang telah saya pelajari kyai, pohon jawi tidak bisa tumbuh besar karena pohon tersebut tidak mempunyai asupan dari sinar matahari, itulah mengapa pohon tersebut tak kunjung besar".

Mendengar jawaban dari temannya, menantu dari kalangan tersebut sontak ingin angkat bicara, tanda tak sependapat dengan pemikiran temannya, jiwa jiwa santrinya mulai tumbuh kembali.

Melihat gelagat dari menantu lulusan pesantren, sang kyaipun berkata.

Kyai : "Kenapa ? sepertinya kamu tak setuju dengan pemikiran temanmu ini, mau membantah ?"

Santri : "Enggeh kyai, saya tidak setuju".
Kyai : "Jelaskan alasanmu".

Sang santripun menjelaskan alasannya.

Santri : "Kalau memang, cahaya sinar matahari menjadi alasan tumbuh besarnya pohon jawi, lantas mengapa bulu alis yang sering terkena sinar matahari tak kunjung tumbuh ? sedangkan bulu di bagian adik kita malah terus memanjang, padahal tak ada cahaya sama sekali yang memasukinya".

Ruangan menjadi tenang, mereka bertiga terdiam, suasana menjadi hening.

Menantu mahasiswa tak bisa berkata apa apa.

Sang kyaipun sepertinya setuju dengan jawaban dari menantu santrinya tersebut.

Pertemuan mereka bertiga pun akhirnya telah berakhir, singkat cerita, sang kyai telah menemukan menantu idamannya, yakni dari kalangan santri.

-----

Sebelumnya kami memohon maaf jika ada ada salah kata dalam penyampaian, tak ada maksud menghina atau apalah, semua ini murni karangan cerita semata, jika ada diantara sobat yang tersakiti, kami memohon maaf yang sebesar besarnya.

-----

Itulah kisah santri menantu idaman, jadi masih ragu dengan santri setelah membaca cerita ini ? XD,  udah dulu ya, jika ada penambahan atau apa saja, mohon untuk berkomentar dibawah ini.

Saturday, 12 August 2017

Kisah Kyai Barseso Dan Iblis Yang Menyamar Jadi Santri

Barseso
Bincang Santri - Ada sebuah maqolah mengatakan "tak selamanya orang baik itu baik, dan tak selamanya orang jahat itu jahat" munkin cerita islam kyai barseso di bawah ini benar adanya, munkin di antara sobat sobat sudah tau mengenai kisah barseso ini, namun apa salahnya jika kami mengulangnya kembali.

kyai barseso

Siapakah barseso ?


Kyai barseso adalah seorang ulama yang terkenal akan kealimannya serta ibadahnya yang terus menerus (istiqomah), dari kitab yang telah aku baca, dia melakukan ibadah sampai berumur 200 tahun.

Asal usul kyai barseso


Tak ada kejelasan mengenai asal usul kyai barseso, namun kami dapat menyimpulkan bahwa dia berasal dari negeri arab, entahlah jika ada pendapat lain, wallahu a'lam.

Tak perlu bertanya soal asal usul maupun biografi barseso, itu tidaklah penting, yang terpenting dari kisah ini kita mendapatkan hikmah yang benar benar luar biasa.

Oke baiklah mari kita bercerita.

Kisah barseso


Di suatu daerah, hiduplah seorang ulama yang terkenal akan ibadahnya, sudah 200 tahun berlalu dan sampai saat itu pun dia masih istiqomah untuk melakukan ibadah kepada allah.

Di penghujung langit, salah satu jin mendengar sebuah percakapan bahwa barseso akan mati dalam keadaan tidak bertauhid.

Mendengar hal tersebut, sang iblis pun turun ke dunia, untuk menjalankan misinya, yakni menggoda barseso.

Setibanya disana, sang iblis menyamar menjadi seorang pemuda yang ingin nyantri kepada kyai barseso.

Iblis : "Assalamualaikum"
Barseso : "Walaikum salam"
Iblis : "Saya ingin berguru padamu"
Barseso : "Silahkan"

Akhirnya iblis yang menyamar jadi pemuda tersebut di persilahkan untuk menuju asrama tempat para santri lainnya hidup bersama.

Hari hari telah terlewati, sang iblis yang menyamar jadi santri sudah terbiasa dengan keadaan.

Untuk menjalankan aksinya, sang iblis sudah mempersiapkan sebuah rencana.

Sudah 3 hari iblis itu berdzikir di musholla tanpa makan dan minum, jika itu manusia, maka manusia tersebut akan kesakitan dan tak kyusuk untuk melakukan ibadah.

Barseso akhirnya mendengar bahwa ada salah seorang santrinya yang tengah melakukan ibadah 3 hari tanpa makan dan minum.

Barseso memanggilnya, dan percakapan di antara keduapun terjadi.

Barseso : "Aku dengar, kamu beribadah 3 hari 3 malam tanpa makan dan minum, apakah itu benar ?".

Iblis : "Benar kyai".

Barseso "Bagaimana kamu melakukan itu ?".

Iblis : "Saya tidak melakukan apa apa kyai".

Barseso : "Bener ? kalau saya tidak bisa seperti itu, pasti saya butuh makan dan minum, aku ingin sepertimu".

Iblis : "Enggeh kyai, saya hanya teringat akan dosa masa lalu saya, karena dosa itulah akhirnya saya bisa merasakan nikmatnya ibadah".

Barseso mengangguk angguk, pertanda paham akan apa yang dikatakan oleh santrinya.

Iblis : "Saran saya, kalau kyai pengen seperti aku, maka lakukanlah dosa".

Barseso : "Dosa apa yang kau maksud".

Iblis : "Dosa apa saja, lebih besar lebih baik, bagaimana kalau membunuh ?".

Barseso : "Tidak tidak, itu terlalu dosa besar"

Iblis : "Kalau berzina kyai ?".

Barseso : "Tidak tidak, itu masih dosa besar juga".

Iblis : "Bagaimana kalau minum khomer ? bagiku ini dosa kecil dan tidak ada hubungannya dengan manusia.

Barseso : "Sepertinya itu bagus".

Sang iblis pun mengajak barseso pergi ke suatu tempat, dimana seorang wanita menjajakan minuman keras bagi para pelanggannya.

Lalu barseso pun mabuk dibuatnya, dan tanpa sadar memperkosa sang penjual, disaat itu pula datanglah suami penjual, karena takut dilaporkan, barseso akhirnya membunuh suami penjual tersebut.

Sang iblis sudah berhasil menjebak kyai barseso, dengan berubah menjadi pemuda, iblis melaporkan kepada penduduk sekitar bahwa ada kejadian pembunuhan.

Sidangpun terlaksana, barseso ditetapkan sebagai tersangka, dan akan menjalani hukuman.

Barseso di cambuk karena minum khomer, di cambuk karena  berzina, dan di qishash karena membunuh.

Di detik detik ajalnya, iblispun datang kepadanya dan berkata :

Iblis : "Hei, aku bisa menolongmu dari kematian ini, namun ada syarat yang harus kau penuhi"
Barseso : "Apa yang harus aku lakukan ?".
Iblis : "Kau harus sujud padaku".
Barseso : "Apa kau tidak melihat tangan dan kakiku yang terikat ini ?".
Iblis : "Kalau tidak bisa, pakek isyarat saja"
Barseso : "Baiklah"

Bersamaan dengan itu semua, barseso kemudian meninggal dunia tanpa keimanan kepada allah, semoga kisah barseso ini mengajarkan kita agar selalu berhati hati terhadap minuman keras, karena semua kejahatan berawal dari minuman yang diharamkan itu, jika ada penambahan atau apa saja terkait ini, mohon untuk berkomentar dibawah ini.

Monday, 31 July 2017

Kisah Karomah Kyai Berpeci Hitam

Karomah Kyai
Bincang Santri - Kisah kali ini menceritakan seorang kyai pesantren yang sedang dalam perjalanan pulang ke pondok pesantren, namun terjadi sesuatu yang tak disangka saat beliau berhenti di tengah jalan.

kisah kyai jawa

Kisah Karomah Kyai


Kisah ini aku dapatkan saat aku dan teman teman santri sedang mengaji kitab kuning.


Saat pengajian kitab kuning berlangsung, entah apa yanh di bahas (admin lupa).

Tiba tiba beliau menceritakan kisah pribadinya, mengenai peci hitam yang menyelamatkan beliau.

Saat itu beliau dalam perjalanan pulang, biasanya jika hendak bepergian, beliau mengajak salah satu santrinya.


Namun entah kenapa, dalam perjalanan ini, beliau pergi sendirian, tanpa ditemani oleh santrinya.

Saat tiba di suatu kota di jawa timur, beliau berhenti sejenak untuk melakukan sholat.

Seusai sholat, beliau melanjutkan perjalanannya.

Dalam perjalanan, beliau melihat sebuah warung bakso yang saat itu sedang ramai oleh pengunjung.

Beliau memakirkan mobilnya, dan berhenti untuk menikmati bakso tersebut.

Dengan mengenakan peci beserta sarung layaknya santri, beliau keluar dari mobil dan menghampiri penjual bakso.

Kyai : "Pak bakso 1" ucap beliau

Penjual : "Baik pak" tanpa menoleh ke arah pak kyai

Sambi menunggu pesanan datang, beliau berdzikir seperti biasanya.

Setelah bakso jadi, penjual pun menghampiri pak kyai, menurut nomer yang telah tersedia.

Begitu kaget sang penjual,melihat pelanggannya adalah seorang kyai.

Itu semua terlihat dari pancaran wajah beserta apa yang di pakai oleh sang kyai.

Sang penjual takut untuk menghampirinya, tapi karena sang kyai telah menunggu, mau tak mau akhirnya penjual itu dengan berani menghampiri seraya berkata.

Penjual : "Maaf kyai"
Kyai : "Kenapa bapak minta maaf ?"

Penjual : "Maaf kyai, saya benar benar minta maaf, daging bakso ini terbuat dari daging tikus"

Sang kyai kaget mendengar penjelasan yang di ucapkan secara pelan oleh sang penjual.

Kyai : "Lebih baik bapak menghentikan bisnis ini, karena kalau tidak, allah akan murka pada bapak"

Akhirnya beliau meninggalkan warung bakso tersebut.

Dalam perjalanan pulang, beliau sempat berfikir, bagaimana jadinya jika beliau tak mengenakan peci atau sarung ?

Yah munkin beliau telah memakan bakso daging tikus.

Tapi karena peci dan sarung itulah akhirnya beliau terselamatkan dari makanan yang haram.

-----

Jika kita lihat lihat, kisah di atas membuktikan bahwa manfaat peci dan sarung sangatlah besar.


Oleh karena itu, jangan meremehkan kedua barang tersebut.

Itulah kisah karomah kyai terselamatkan oleh peci, kisah ini bedasarkan kisah nyata, jika ada penambahan atau apa saja mohon untuk berkomentar di bawah ini.

Tuesday, 30 May 2017

Kisah Wali Allah Dan Santri

Kisah Para Wali
Bincang Santri - Akhirnya kami bisa melanjutkan kisah santri yang tertunda ini, masih menceritakan seorang santri yang ingin berguru kepada wali allah, ali namanya, setelah mencari tahu, akhirnya dia sampai di tempat wali itu berada.

kisah santri dan wali

Wali Dan Santri


Selang beberapa menit setelah mendengar jawaban salam, orang tua dengan tubuh tegap serta mata yang berkaca kaca menghampiriku.

Aku terdiam sejenak, kaget, dan tak percaya apa yang sedang kulihat ini.

Baru pertama kali ini aku melihat sebuah tanda yang begitu amat jelas, dan tempatnya pun berada di kening.

Tulisan "Ahlun Naar" tepat berada di depan mataku, karena ketinggian kami berdua hampir sama.

Kutepis jauh jauh pikiran jelek terhadap orang yang baru pertama kali bertemu denganku.

"Maaf, mbah, apakah mbah kyai mansyur " ?
"Benar nak, ada apa enggeh ?"

Sungguh aku tak bisa menerima ungkapan itu, bagaimana munkin orang yang dikenal dengan kyai dan wali allah mempunyai sebuah tanda merugikan.

Aku masih tenggelam dalam pikiranku sendiri, meratapi apa yang sebenarnya terjadi disini.

Agar tidak mencurigakan, ku bersikap seolah tidak terjadi apa apa, namun pikiranku masih kemana mana.

"Saya ali mbah, saya ingin mempelajari ilmu disini mbah"
"Boleh boleh, silahkan masuk nduk"

Setelah di persilahkan masuk di dalam rumah bambu, kulihat ada beberapa santri dengan kisaran umur 25-30 duduk bersila menghadap kyai mansyur yang berada di depannya.

"Silahkan duduk nduk"
"Enggeh kyai"

-----

Sudah beberapa hari ini aku telah bermalam di rumah bambu tersebut.

Tak ada keanehan yang terjadi sejak pertama kali aku datang kesini, selain melihat tanda yang di punya oleh kyai mansyur.

Dan aku berfikir, bahwa tak ada yang aneh dengan kyai yang satu ini, kegiatan beliau seperti halnya dengan kyai lain, seperti mengimami sholat, berdzikir dan juga membacakan kitab kuning.

Namun kenapa di kening beliau terdapan tulisan "Ahlun Naar" ?

Niat awal mencari ilmu kepada beliau malah berubah menjadi menyelidiki beliau.

Sungguh santri tak tau malu, tapi mau bagaimana, rasa penasaran inilah yang terus menghantui tidurku.

Ku mencari informasi ke beberapa santri, santri tersebur berkata bahwa di malam malam terntu kyai mansyur sering pergi entah kemana.

-----

Akhirnya tibalah dimana aku bisa menyelidiki kyai mansyur.

Kulihat kyai mansyur pergi seorang diri dengan mengenakan celana.

Tak menyianyiakan kesempatan ini, ku bergegas untuk mengikuti beliau di kegelapan malam

Hampir saja aku kehilangan kyai ini, namun kupercepat langkahku.

Beliau masih terus berjalan, didepannya terdapat persimpangan, beliau mengikuti arah kanan.

Aku masih terus mengikuti beliau, ku ikuti jejak langkah kakinya, setelah berbelok, aku tak percaya apa yang kulihat.

Di tangah lapang luas itu, terdapat rumah pondokan dengan lampu remang remang, di luarnya pun nampak beberapa pria dan wanita saling bercengkrama.

Dilihat dari tempatnya pun, aku sadar bahwa tempat itu adalah tempat maksiat.

Apa yang di lakukan oleh kyai mansyur di sini ? begitu pikirku.

Ku beranikan diri untuk menuju ke tempat tersebut, namun tak sampai disana, ada seseorang yang menepuk punggungku.

"Hei nak ali, apak yang kau lakukan disini ?"

Aku tak bisa menjawab pertanyaan beliau, aku gugup, beliau pasti melihat tingkah lakuku.

"Aaaaanuu yai"

Beliau tersenyum

"Sudah tak usah dipikirkan, mari ikut aku kedalam"
"Enggeh"

Aku hanya mengangguk.

Bau wangi  bercampur aduk dengan rokok membuat aroma khas tempat tersebut.

Kyai mansyur menghampiri salah seorang wanita.

"Aku pesan kopi, kamu pesan apa ali"
"Aku teh yai"

Salah seorang wanita dengan pakaian yang tak pantas dikenakan menghampiriku.

"Duh, duh cowok ganteng, ikut neng yuk"

Melihat gelagat dari wanita itu, kyai mansyur berkata

"Sudah jangan kamu goda, lihat tuh mukanya jadi merah"

Kyai mansyur malah menggoda diriku.

Beliau nampak akrab dengan mereka semua, lain halnya denganku yang merasa canggung dengan keadaan seperti ini.

-----

Sudah 2 jam lamanya aku berada di tempat itu bersama kyai, waktuku kuhabiskan untuk melamun.

"Hei, nak ali, ayo kita pulang, kalau kita lewat jalan pintas kita bisa sampai pondok sebelum shubuh"

"Enggeh yai"

"Mirna, aku pamit pulang yah" ucap kyai kepada salah seorang wanita.

"Iyaa"

(Besambung)

-----
-----

Lanjut Ke
Episode 3 : Hilangnya keistimewaan sang santri

Kepulangan mereka menyimpan misteri yang masih belum terungkap, bagaimana kelanjutan cerita ini, ikuti saja cerita, epidose terakhir adalah klimak dari kisah santri ini, jika ada penambah atau apa saja mohon untuk berkomentar di bawah ini

Sunday, 9 April 2017

Kisah Santri Penuh Hikmah

Kisah Santri Hikmah
Bincang Santri - Cerita santri penuh hikmah ini berawal ketika salah seorang santri pondok pesantren di tugaskan oleh ustadnya untuk mencari barang di kota, dengan mengenakan pakain khas santri seperti sarung, peci hitam, dan baju busana muslim, santri yang bernama asep tersebut kemudian berangkat.

kisah santri hikmah

Dengan menggunakan sepeda motor, asep memasuki toko toko agen satu persatu, tapi apa yang ia cari ternyata tidak ada.

Hingga dia teringat, bahwa apa yang ia cari munkin ada di alun alun kota.

Suasana di tempat tersebut dipenuhi oleh pemuda pemudi yang sedang asyik bermesraan, hari itu adalah malam minggu (satnigh).

Asep dengan pakaian khas seorang santri, dengan PD menyusuri alun alun untuk mencari barang yang ia cari, mata bertebaran memandang asep, karena hanya asep sendirilah yang memakai sarung XD

Mengerti kalau dia menjadi bahan gunjingan, asep mempercepat langkahnya, kesal dengan orang orang yang memandangnya rendah.

Setelah mendapatkan apa yang dia cari, asep langsung meninggalkan tempat tersebut (ciee asep ngambek XD)

Dalam perjalanan pulang, dari kejauhan asep melihat seekor anjing yang di tabrak oleh sepasang pemuda pemudi yang sedang berkoncengan.

"Woy, dusa luuh, nih liat apa yang kalian lakukan" asep berteriak kearah sepeda motor yang menabrak anjing tersebut.

Melihat anjing yang sedang sekarat itu, asep ingin sekali menolongnya, tapi dalam islam anjing adalah hewan yang haram disentuh.

Asep bimbang, hingga akhirnya asep meninggalkan anjing tersebut.

Tak jauh dari tempak penabrakan, asep teringat pada sebuah cerita bahwa ada seorang pelacur yang masuk surga karena memberi minum pada seekor anjing yanh sedang kehausan.

Dan juga, teringat akan anjing yng di bawa oleh ashabul kasfi.

"Anjing juga makhluk ciptaan allah, saya harus menolongnya, dari pada nanti malah mati dijalan" Asep dengan niat yang tulus pergi untuk menolong anjing.

Namun apa daya, anjing tersebut telah tiada, niat tulus untuk menolongnya pupus sudah, tak sampai di situ, asep kemudian mengangkat anjing tersebut ke pinggir jalan mencari tempat untuk di kuburkan.

Tanpa disadari oleh asep, ada sepasang pemuda pemudi yang memperhatikan tingkah asep sejak tadi.

"Mas, liat tuh orang itu, pakaiannya khas santri, tapi kelakuannya, astaghfirullah"

"Iya dek, sudah tau najis, kenapa masih saja di pegang, dasar tak punya akal"

"Ayok mas, kita samperin dia"

"Oke sayang"

Pemuda pemudi tersebut menghampiri asep.

"Kang, kamu kan santri ya"
"Iya, kenapa emang"

"Itu apa yang kau pegang ?"
"Seekor anjing, kenapa ?"

"Anjing kan najis, kenapa kamu pegang"
"Saya tau kalau najis, tapi hanya najis nanti juga bisa disucikan kembali kok"

"Dasar santri gila, edan" pemuda itu memaki asep

Mendengar apa yang di ucapkan oleh pemuda tadi, asep mulai naik darah, tak bisa menahan emosi, lantas asep berkata.

"Perlu kalian ketahui, anjing ini mati karena tertabrak, jika tak ada yang menguburkan karena alasan najis, lalu siapa yang akan menguburkannya ?, kalau saya biarkan anjing ini mati di tengah jalan, maka anjing ini akan membusuk, dan akan mengganggu kesalamatan orang lain, biarlah tangan saya ini yang menerima kenajisan itu, dan perlu anda ketahui anjing ini najis disentuh bukan haram disentuh, lain halnya berpegangan tangan dengan bukan mahramnya, itu jelas haram disentuh.

Mendengar apa yang dikatakan oleh si asep, pemuda pemudi tersebut merasa malu, hingga akhirnya secara perlahan keduanya meninggalkan si asep.

Apakah ada hikmah yang sobat dapatkan dari kisah ini ?


Perlu anda ketahui sobat, dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa :

"Memegang besi panas itu lebih baik dari pada lelaki dan perempuan bukan mahram saling berpegangan" HR Thabrani dan Baihaqi"

Bukan maksud untuk menggurui, lebih baik pacaran di dalam pernikahan, dari pada pacaran sebelum menikah, rasanya akan sungguh berbrda sekali.

Munkin itulah kisah santri yang penuh dengan hikmah, semoga kisah ini benar benar membuat hikmah bagi kita semua, amiin :).

Saturday, 1 April 2017

Kisah Santri Yang Dapat Melihat Masa Depan

Masa Depan Santri
Bincang Santri – Setiap manusia oleh allah diberi kekurangan maupun kelebihan, terkadang hanya sedikit orang yang memahami hal seperti itu, seperti kisah santri di bawah ini contohnya, dia bisa melihat makhluk yang tak dapat dilihat oleh mata pada umumnya dan juga bisa melihat tanda tanda apa yang akan terjadi di masa mendatang, semua itu adalah bukti akan keesaan allah.

masa depan santri

Alkisah di suatu desa hiduplah seorang pemuda, banyak orang yang munyukainya, bukan karena tampan ataupun menawan, dia disukai banyak orang karena dia tergolong rajin ibadah diantara kawan kawannya.

Di desanya tidak ada pesantren sama sekali, jadi untuk mendapatkan ilmu agama, ia harus menempuh jarak sekitar 20km dari rumah menggunakan sepeda onthel.

Itulah mengapa banyak orang yang menyebutnya dengan sebutan santri kalong, karena dia tidak menetap di pesantren, namun pulang ke rumah setelah belajar disana.

Bukan hanya menyukainya, orang orang juga segan terhadap santri kalong ini, bukan karena ilmu agama yang ia miliki, namun karena dia bisa melihat tanda tanda yang ada pada diri orang lain.

Kelebihan Melihat Masa Depan


Pernah suatu ketika, santri kalong yang bernama ali itu melihat seorang perawan tua bernama rosyidah.

"Mba dah kulihat keningmu sedikit bercahaya, apakah mba sudah dilamar seseorang ?" tanya ali

"Mboten kang, ada ada saja samean ini"

Setelah terjadi percakapan tadi, esok harinya ada seorang pemuda yang neng rosyidah.

Siapa sangka celutukan dari ali tersebut benar benar terjadi.

Bukan hanya sekali, namun kejadian seperti itu berulang kali terjadi.

"Bang, kulihat hidungmu tersumbat kapas, sudah bosan menghirup oksigen ya ? " tanya ali kepada pemuda yang ia temui.

"Ada ada samean ini"

Besok harinya, pemuda tadi meninggal dunia.

Melihat kelebihan yang dimiliki oleh ali, warga desa sungkan jika bertemu ali di tengah jalan, takut karena ali membaca apa yang sedang terjadi, lebih lebih membaca keburukan warga desa.

Perubahan


Hingga pada suatu ketika, beberapa minggu ini ali tidak membaca tanda tanda dari orang orang jika diminta ia akan menolaknya, ada sedikit perubahan pada dirinya, sejak ia meninggalkan desa.

Banyak manfaat atas apa yang terjadi pada diri ali, warga sekitar dan juga temannya, sekerang bisa lebih leluasa untuk bercengkrama dengan ali, karena dia tidak membaca tanda2 orang lagi.

Namun sebagai orang yang dekat dengan santri kalong itu, sulaiman sebagai temannya merasa ada keganjalan ini.

Sulaiman beserta kawan kawannya berniat untuk bertanya kepada ali, gerangan apa yang terjadi sejak ali meninggalkan desa.

Sulaiman mencari cari waktu yang tepat kapan ia akan bertanya, hingga pada akhirnya sulaiman ditemani kawan kawannya bertamu ke rumah ali.

Tok tok tok
"Assalamualaikum".
"Walaikumsalam" jawab seorang dari dalam rumah.

"Ada apa man" tanya ali.
"Pengen bermain kerumah kamu saja lii".

"Oh, Silahlan masuk".
"Iyaa,".

Sulaiman tak langsung mengungkapkan apa yang ia inginkan, selang beberapa jam, sulaiman memberanikan diri untuk bertanya".

"Gini lii, kulihat beberapa minggu ini kamu sudah berubah, kalau boleh tau, gerangan apa yang terjadi ?"m

"Beda gimana mas, ada ada saja kamu ini, muka ya tetap sama, kakipun masih ada".

"Bukan itu maksudku lii".
"Lalu apa ?".

"Akhir akhir ini kamu sudah tidak membaca tanda2 orang, itu yang saya maksud".

"Oh itu" Ali mengambil teh didepannya dan meminumnya.

Ali mengambil nafas panjang seraya berkata "Baik akan kuceritakan kejadiannya".

Semua orang yang disana mendengarkan dengan seksama, menyiapkan telinga semaksimal munkin, agar bisa mendengar perkataan ali.

"Kalian tau kan bulan lalu saya meninggal rumah".

"Iyaa lii, kami tau" salah seorang menjawab.

"Sebelumnya saya bermimpi bertemu dengan orang tua, beliau menceritakan bahwa ada seorang wali bernama kyai mansyur, beliau bertempat tinggal di selatan dengan jarak 320KM dari sini, aku disuruh untuk menemui kyai mansyur itu".

"Setelah mendapatkan mimpi, aku bersiap siap untuk pergi menemui beliau dengan niat mecari berkah, dan kalau bisa aku akan menjadi santri beliau".

Menuju Ke Kyai Mansyur


"Aku pergi ke arah selatan, sesampainya di tempat, aku bertanya ke warga sekitar, apakah disini ada seorang kyai bernama mansyur, tak ada yang tau mengenai wali ini".

"Hingga akhirnya, ada seorang lelaki tua menghampiri saya".

"Kang mas mau cari siapa, sepertinya kulihat tadi kayak mau cari seseorang"

"Iya mbah, maaf, saya mau cari seorang kyai yang bernama kyai mansyur, apakah embah tau orangnya" tanya ali

"Disini tidak orang yang bernama mansyur, tapi munkin orang yang kamu cari ada disana" sambil menunjuk ke arah seberang sungai.

"Teruslah berjalan, jika melihat jalan setapak, lurus saja mengikuti jalan, disana nanti ada pertigaan, pilih kanan, dan ikuti jalur itu, nanti kang mas akan melihat sebuah rumah bambu disana, munkin orang didalam adalah orang yang kang mas cari, warga disini menyebutnya dengan sebutan mbah kali".

"Makasih mbah"
"Sama sama nduk"

"Aku mengikuti pentujuk yang kudapatkan dari orang tua itu tadi, kusebrangi sungai menggunakan perahu, sesampainya ditempat, memang benar di sana ada sebuah rumah bambu, apakah benar kyai mansyur ada sini ?"

"Assalamualaikum"
"Walaikum Salam" Jawab seorang di dalam

 (Bersambung)

-----

Lanjut Ke
Episode 2 : Kisah wali allah dan santri

Episode 3 : Hilangnya keistimewaan sang santri
-----

Kisah santri ini memang saya sengaja pecah menjadi 2 episode, semoga saja, saya masih bisa meneruskan kisah yang masih menjadi misteri ini, jika ada yang perlu di tanyakan, mohon untuk berkomentar di bawah ini ya :).

Thursday, 30 March 2017

Santri Petualang Jelajahi Gili Ketapang

Santri Petualang
Bincang Santri - Sudah selayaknya kita yang tiap harinya disibukkan oleh pekerjaan wajib, sunnah ataupun mubah, berhak untuk mendapatkan liburan, seperti halnya santri ini, selama liburan kemaren dia pergi menjelajahi gili ketapang, pulau tersembunyi di probolinggo.

santri petualang

Selasa , 28 Maret 2017 merupakan hari libur dikarenakan ada peringatan nyepi bagi umat hindu.

Dari situlah aku dan teman santri lainnya kepikiran untuk berlibur dan sejenak meluangkan waktu bagi teman lainnya (hitung hitung reuni)

Akhirnya kita sepakat, bahwa tempat yang dituju adalah pulau gili ketapang, pulau yang terletak di kabupaten probolinggo.

Setelah semua perlengkapan telah disiapkan kami semua berdoa agar di beri kelamatan dalam perjalanan.

Waktu itu kami berangkat sekitar pukul 23.45 WIB, mengingat pagi harus sampai sana, dan hitung hitung bisa istirahat jika ada waktu luang.

Kami bersembilan menggunakan sepeda motor, sialnya dalam perjalanan menuju pulau tersebut aku sendirian -_-.

Ternyata apa daya, semua yang telah kita rencakan sungguh diluar dugaan, hujan kebat tiba tiba turun, menghentikan pergerakan kami menuju pulau indah tersebut.

Karena lebih mementingkan keselamatan kami semua bermalam di sebuah masjid di daerah probolinggo, itu sekitar 02.00 WIB

Semua teman santri tertidur pulas, begitu pula aku.

"Allahu akbar", suara adzan berkumandang, ta'mir masjid membangunkan para santri yang sedang tertidur, mereka ingat sewaktu mondok juga dibangunkan seperti itu tapi menggunakan bak air XD.

Sholat berjamaah telah mereka lakukan, sebelum berangkat mereka semua leyeh leyeh terlebih dahulu, ada yang mesan kopi dan rokok di warung sekitar.

Menikmati keindahan probolinggo sejenak, lepas dari panasnya surabaya.

"Bismillah"

05.30 WIB
Kita semua melanjutkan perjalanan, sebelum sampai di tempat tujuan salah seorang santri menelpon petugas, menyatakan bahwa kita telah sampai di pelabuhan.

06.15 WIB
Suasana di pelabuhan layaknya di pasar, banyak orang berlalu lalang, khususnya pendudukan lokal gili ketapang yang membawa senampan ikan.

Semua ikan tersebut akan dijual di pasar, dan hasilnya akan di belikan barang langka di gili ketapang, seperti bensin misalnya.

Kemudian bensin tersebut dijual kembali, karena kalau menjual ikan disana tidak akan laku, mengingat penduduknya adalah nelayan semua.

Kami semua menunggu kapal yang akan menganggut kami menuju gili ketapang, 1 jam lamanya kapal tidak kunjung datang.

Menunggu adalah sesuatu yang menyebalkan, saya sepakat, entah kalau kalian ?

Akhirnya, tidak sia sia aku menunggu, kapal yang dinanti nantikan datang juga, layaknya anak kecil kami befoto ria dia atas kapal.

Kapal bersiap siap untuk berangkat menuju impian, layaknya bajak laut yang gagah menelusuri pulau pulau.

Tapi kami semua adalah santri petualang, santri yang senang berpetualang melihat lihat dan mengangungkan ciptaan allah.

Dalam perjalanan saya pribadi bertanya tanya kepada petugas mengenai pulau tersebut, dengan menggunakan bahasa madura kami bercengkrama.

Dari percakapan tadi, saya mendapatkan poin poin penting, gili ketapang adalah sebuah pulau yang dihuni oleh penduduk madura asli namun tidak punya kampung halaman di madura.

Yah bisa jadi, nenek moyang mereka tidak kembali ke madura lagi.

Kedua, di pulau itu tidak ada listrik, listrik hanya ada di malam hari menggunakan diesel, dan baiknya mereka tidak memikirkan air karena pemerintah sudah menyiapkan pipa bawah air untuk penduduk sana.

Ketiga, penduduk di sana berjumlah 40.000 orang dan semua kenal satu sama lain, bayangkan ? tapi saya pribadi tidak begitu kaget, karena memang sifat orang madura seperti itu.

Keempat, hanya ada 2 masjid disana, dan 3 pendidikan (Sd dan SMP), kalau SMA harus pindah ke probolinggo

Kelima, semua pemuda pemudi disana adalah santri dan santriwati, mereka semua mondok di probolinggo dan kota sekitar.

Sesampainya di sana, saya pribadi kaget, baru kali ini saya menemukan air laut yang memang benar benar bening.

Dibawahnya terlihat jelas karang karang dan bebatuan, ingin sekali rasanya meloncat, tapi sayang aku tidak bisa berenang -_-.

Kami oleh petugas di arahkan kesebuah tempat yang di kerematkan oleh penduduk asli sana.

Goa kucing, itulah namanya.

Goa yang diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai tempat petilasan (istirahat) syekh maulana ishaq, disebut goa kucing, karena dulunya beliau hidup bersama dengan ratusan kucing.

Kami di tuntukkan ke sebuah sumur tua tempat beliau minum, dan ada juga sumber 7 (sumur berjumlahkan 7)

Setelah mengetahui sejarah, tak lengkap jika tak merasakan indahnya pulau.

Namun sebelum itu, kami menjama' sholat terlebih dahulu.

Kami semua bersiap siap untuk berenang, menggunakan sebuah pelampung, dan kaca mata layaknya film jejak petualang, tapi judulnya diganti santri petualang XD.

gili ketapang
2 jam lamanya kami semua berenang dilaut yang begitu bening, tidak terasa kulit sudah menjadi hitam -_-.

Kami berkemas kemas untuk selesai, dan persiapan untuk makan.

Namanya juga orang madura, pelayanan mereka sungguh 1000℅ memuaskan.

15.00 WIB
Setelah makan makan, kami bersiap siap untuk pulang, menanti tempat mana yang akan kami kunjungi.

Selamat jalan pulau tersembunyi salam dari santri

Itulah kisah santri petualang jelajahi gili ketapang, jika ada ingin berbagi kisah seperti halnya teman di atas, bisa melalui halaman berbagi kisah, selamat berlibur :).

Thursday, 23 March 2017

Kisah Perjalanan Seorang Santri Dan Kyai

Kisah Perjalanan Santri dan Kyai
Bincang Santri - Bagi seorang santri, dekat dengan kyai adalah suatu keistimewaan tersendiri, dekat orang yang dicintai oleh allah, bisa saja allah akan mencintai orang yang dicintainya, seperti yang di alami oleh penulis, semoga dengan mengikuti kyai dalam perjalanan ke bali bisa membuka tabir barokah.

perjalanan seorang santri

Senin pagi, setelah melaksanakan kewajiban seperti biasanya, aku tiba tiba di timbali (dipanggil) oleh sang kyai.

Awalnya ada prasaan tak enak, kenapa beliau memanggilku ?

Setelah bermuwajah (bertatap muka), kutundukkan kepala sebagai rasa ta'dhim dan andap asor ku ke beliau.

"Rabu kamu ada acara" sang kyai membuka percakapan

Langsung ku berpikir, jika pertanyaanya seperti ini pasti sang kyai akan mengajak pergi ke suatu tempat.

Jika mengingat hari rabu, pada saat itu aku juga ada pekerjaan wajib yang harus di laksanakan, ingin rasanya berkata "ada yai".

Tapi siapa sangka, hati dan lisan saling bertolak belakang, tiba tiba lisanku malah berkata

"Mboten kyai"

"Ya sudah, besok ikut aku ke bali, ada urusan disana"

"Enggeh kyai"

Well, tanpa memperhatikan situasi kujawab bahwa aku sanggup untuk mengikuti beliau dalam perjalanan.

Itulah yang di aku maksud dengan keta'dhim an terhadap kyai, tanpa memikirkan kondisi, seorang santri pantang untuk menolak, apapun kejadiannya, jika ditanya santri harus menjawab "enggeh kyai".

Setelah menjelaskan apa saja yang di butuhkan dalam perjalanan, sang kyai juga menyuruhku untuk mengantarkan sebuah paket yang harus di kirimkan pada hari itu juga.

Padahal hari itu aku ada janji dengan salah satu putra dari kyaiku sendiri, tapi mau bagaimana lagi, tiba tiba lisanku berkata "enggeh kyai".

Kupergi untuk mengirimkan paket itu, dan mengajak salah seorang teman, setelah kami mengirimkan paket, kami berhenti sejenak untuk menghilangkan dahaga, apa salahnya jika ngopi sebentar XD.

Pada hari selasa, agendaku adalah ingin mengurus dokumen yang diperintahkan oleh salah satu putra dari kyai.

Namun agenda itu tak terlaksana lantaran aku di panggil oleh sang kyai guna mengirim paket yang lupa dikirimkan.

Kukirimkan lagi paket itu bersama temanku, ditengah perjalanan, ada sms masuk dari kyaiku.

"Kalau kamu bawa uang lebih, belikan pudak di bu muzanah"

Ku lihat tasku, apakah aku membawa uang apa tidak, sial, aku lupa membawa dompet.

Bukannya menjawab "Mboten beto kyai", aku malah menjawab "enggeh kyai"

Padahal aku tidak membawa uang sama sekali, lalu apa sulusinya ?, yah harus kembali ke pondok guna mengambil uang.

Apapun yang diperintahkan kyai, santri pantang untuk gagal.

Satu prinsip saya, selama itu untuk kemaslahatan kyai, pasti ada jalan.

Dan memang benar, aku ingat bahwa aku mengajak seorang teman, kutanyakan dia, apakah di membawa uang ? dia menjawab iya

Alhamdulillah, aku tak jadi balik ke pondok.

Setelah membeli pudak yang diinginkan, aku kembali ke pesantren, dan memberikan pudak tersebut ke kyai.

Sebelum itu, dalam perjalanan pulang temanku berkata :

"Gus dur pernah berkata : Santri yang bermanfaat itu bukan dilihat saat dia mondok, tapi saat dia keluar dari pondok"

Kujawab sekilas

"Oleh karena itu, agar bisa bermanfaat di luar pondok, maka bermanfaatlah di dalam pondok, siapa tau, bermanfaatnya kita di pondok sebagai jalan agar kita bisa bermanfaat bagi masyarakat"

Cie cie yang jadi mario teguh dadakan XD

Yah harapanku cuman satu, semoga semua itu barokah.


Kupejamkan mata, agar besok tenaga untuk menemani kyai menjadi giat, dan ada beberapa yang sempat terpikirkan olehku, seperti apa pulang yang mayoritas umat hindu budha itu ?

Baca Juga : Tiba di bali (Coming Soon).

Itulah awal kisah perjalanan seorang santri dan kyai, bukannya untuk riya, tapi mudah mudahan itu bisa dijadikan contoh, terlebih lagi terhadap orang tua, semoga bermanfaat :)

Monday, 6 March 2017

Kisah Santri Yang Selamat Berkat Nadzar

Kisah Santri
Bincang Santri - Sewaktu di pesantren, penulis sering di kisahkan berbagai macam kisah oleh sang guru, salah satunya adalah kisah seorang santri yang selamat berkat nazarnya.

kisah santri

Berikut Kisah Santrinya


Alkisah, seorang santri yang mondok beberapa tahun di pesantren, waktu itu kegiatan pondok pesantren mendekati liburan.

Dimana semua santri harus pulang kerumahnya masing masing, termasuk si salim.

Kampung halaman salim ini berada diluar pulau, jadi dia harus menyebrangi lautan luas agar bisa sampai ke rumahnya.

Setibanya di pelabuhan, nasib sial menimpa salim, kapal yang akan membawanya ke kampung halaman sudah pergi jauh.

Akhirnya salim tak dapat pulang saat itu, salim menunggu munkin ada beberapa kapal nelayan yang mau membantunya dengan memberikannya sebuah tumpangan.

Selang beberapa jam setelahnya, salim melihat perahu nelayan dengan beberapa nahkodanya, sepertinya perahu tersebut akan segera berangkat

Salim : Pak bolehkah saya minta tolong?

Nelayan : Ada yang bisa saya bantu dek?

Salim menjelaskan kronologi kenapa ia bisa berada di pelabuhan itu.

Akhinya pak nelayan mempersilahkan santri tersebut untuk menumpang di kapalnya.

Sungguh bahagia hati salim karena ada orang yang dapat membantunya pulang

Perahu mulai berangkat, ditengah perjalanan, langit mulai nampak kegelapan, sepertinya bakal terjadi badai hujan.

Hujan deras disertai ombak yang begitu besar membuat perahu kecil itu tergoyang goyang.

Salim ketakukan setengah mati, hingga akhirnya di bernadzar

Salim : Ya allah, jika saya selamat dari bencana ini, saya bernadzar tidak akan memakan daging gajah.

Nelayan : Apa kau gila nak, bernadzar seperti itu, emang yang mau makan gajah.

Badai semakin ganas, perahu kecil itu tak kuat menahan tingginya ombak, hingga pada akhirnya perahu itu kecil itu terpanting panting dan terdampar di sebuah pulau yang tak perhenghuni.

Salim beserta nelayan lainnya selamat, tapi mereka tak punya apa apa, perahu yang mereka tumpangi hancur lebur dimakan ombak.

Persediaan makananpun tak ada, hanya ada pasir putih yang menemani mereka semua.

Sudah 3 hari lamanya mereka berada di pantai itu, berharap ada seseorang yang melihatnya dan dapat menolong mereka semua.

Tapi itu hanya sebuah harapan belaka.

Mereka kelaparan, termasuk santri yang bernama salim itu.

Hari berikutnya mereka kaget, ada seekor anak gajah melewati mereka, karena begitu sangat lapar, akhirnya mereka semua menangkap anak gajah tersebut (kecuali si salim yang hanya berdiam diri)

Setelah anak gajah berhasil di tangkap, mereka semua memakannya.

Nelayan : Makanlah daging anak gajah ini nak, kalau tidak kamu akan mati

Salim : Tidak, aku sudah bersumpah kepada allah bahwa aku tidak akan memakan gajah.

Nelayan : Sudahlah, kalau tidak, nanti kamu bakal mati

Salim : Lebih baik begitu pak

Sebagai santri yang mengetahui hukum bersumpah, lebih lebih bersumpah atas nama allah, salim masih memegang teguh nadzarnya

Sudah menjadi hal yang lumrah, ketika seorang kekenyangan rasa kantuk pasti akan menyerang.

Itulah yang di alami oleh para nelayan dan anggotanya.

Dilain pihak, seekor gajah sedang mencari anaknya, gajah tersebur mencoba mencari anaknya dengan bau yang ditinggalkan.

Bau itu semakin dekat, gajah tersebut melihat sekumpulan orang yang sedang tertidur

Gajar mendekati mereka, menciumi bau badan mereka satu persatu, jika kedapatan bau anaknya, gajah tersebut akan langsung menginjak badan orang yang memakan anaknya.

Kini tiba giliran si salim, gajah mulai mencium tubuh salim, apakah ada bau anaknya yang tertinggal.

Ternyata tak ada bau anaknya sama sekali.

Gajah membangunkan salim, salim yang terbangun langsung kaget, melihat ada gajah besar di depannya.

Gajah itu mengisyaratkan kedapa salim untuk menaikinya, awalnya salim merasa takut, tapi lama lama akhirnya salim mau juga karena tak munkin dia berada di tempat seperti itu selamanya, di temani oleh segrombolan mayat para nelayan.

Gajah tersebut mengantarkan salim ke tempat para penduduk berada, perjalanan mereka membutuhkan 2 hari.

Setibanya di desa, salim di persilahkan untuk memakan makanan terlebih dahulu, setelah mendapatkan tenaga yang cukup, salim menjelaskan kronologi kepasa ia bisa sampai kesini.

Setelah mendengar cerita dari salim, para penduduk desa mengantarkan salim ke pelabuhan dan memberikannyan bekal untuk perjalanan ia pulang.

Itulah kisah santri yang selamat berkat nadzarnya, banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kisah ini.

Salah satunya adalah janganlah engkau mengingkari janjimu, terlebih lebih janji kepada yang maha esa, terlepas dari itu semua sebagai lekaki kita pantang untuk menarik kata katanya.

Jika ada penambahan atau yang lainnya mohon untuk berkomentar di bawah ini :)

Wednesday, 22 February 2017

Akhirnya Santri Ini Bertemu Dengan Nabi Khidir

Kisah Bertemu Nabi Khidir - Sebelumnya penulis ingin berterima kasih kepada pengunjung setia, yang masih betah untuk menunggu kelanjutan dari kisah santri bertemu nabi khidir.

kisah bertemu nabi khidir

Episode kali ini adalah episode terakhir kisah santri bertemu nabi khidir, disarankan terlebih dahulu bagi yang belum baca episode pertama, baca di bawah ini


Yak, mari kita lanjutkan kisahnya.

Setelah mendapat penuturan dari sang kyai tentang bagaimana cara bertemu nabi khidir.

Maka mulailah hari-hari si santri diisi dengan puasa di siang hari dan berdzikir di malam hari, semua itu dia lakukan dengan satu tujuan: semoga Allah mengabulkan doanya untuk bertemu dengan Nabi khidir.

Mulanya ia sangat bersemangat, di tengah tengah muncul rasa bosan dan lelah berkepanjangan, ingin sekali rasanya untuk berhenti.

Namun dia sadar, mengingat kesempatan seperti ini hanya datang sekali, semangatnya pun muncul lagi hingga malam ke empat puluh atau malam terakhir.

Malam itu adalah malam yang istimewa, baginya, bagaimana tidak? syarat yang ia lakukan selama 40 hari berturut turut akan segera berakhir dan dia akan bertemu dengan seorang nabi.

Bagaimanakah rupa beliau? Dalam kisah-kisah para Nabi yang telah ia dengar dari berbagai guru, biasanya Nabi akan memakai jubah panjang.

Seketika itu, tanpa ia sadari senyumnya merekah membayangkan Nabi Khidir akan berkunjung ke rumahnya.

Susah paya selama 40 hari berturut turut, tak ia pikirkan lagi

Sebelumnya sudah ia persiapkan malam itu dengan lebih baik.

Rumah telah di bersihkan, kamar dan makanan pun telah persiapkan, semuanya sudah lengkap, tinggal menunggu kedatangan nabi khidir.

Ia teringat akan ucapan kyainya :

"Di malam terakhir, kamu pantang untuk tidur dan meninggalkan rumah"

Setelah melaksanakan sholat isya'  ia masih sibukkan dengan berdzikir malam dan berdoa kepada Allah SWT agar diberi kesempatan bertemu dengan Nabi khidir.

Selepas berdzikir, sang santri menanti di depan rumah, jika ada tema yang datang berkunjung untuk mengajaknya pergi. dia akan menolaknya secara halus agar tidak menyakiti prasaan temannya tolak

Dia telah bertekad untuk tidak pergi kemana-mana karena nabi khidir akan segera datang

Semakin malam, cuaca semakin dingin,  Angin bertiup sangat kencang, hawa dingin menusuk sampai tulang, memang pada malam itu sepertinya huja akan turun, sang santri berdoa agar cuaca tidak semakin memburuk.

Penderitaannya udah di ambang batas, dingin mulai merayapi tubuhnya , ia lalu pergi untuk menghangatkan badan dengan minum air hangat dan kembali berdzikir sembari menunggu kedatangan Nabi Khidir.

Jika malam ini dia tertidur, maka sia sia apa yang ia lakukan selama 40 hari, jadi apapun keadaannya dia tak boleh tidur.

Sosok yang ia tunggu tidak muncul juga, hanya beberapa orang yang lewat di halaman rumahnya, semua itu temannya

Jam telah menunjukkan jam 2 tengah malam. Tapi nabi khidir  tetap tak kunjung datang.

Mungkinkah Nabi khidir tidak akan datang.? itulah yang ada di pikirannya

Mungkinkah Pak kyai berbohong.? mulai ada rasa curiga terhadap sang kyai

Mungkinkah memang benar Nabi Khidir itu tidak ada.? semua pertanyaan langsung menyerbu otak pikirannya

Dia mulai bingung, angin semakin kencang terus berhembus, santri itu pun sangat kedinginan, dan mulai rasa kantuk menyerang, guntur dan kilat akhirnya menunjukkan kegagahannya

Tak disangka sangka akhirnya.

Hujan deras pun turun juga, namun santri itu masih tetap berada di halaman rumah.

Cipratan air hujan yang dingin tidak menurunkan niatnya untuk terus menunggu kedatangan nabi khidir.

Jam telah menunjukkan pukul 3 dini hari.

Hujan masih belum berhenti,  bahkan hujan turun lebih deras.

Ia mulai berfikir, apa yang dilakukan ia selama ini adalah sia sia

Takkan mungkin akan ada tamu yang datang ditengah tengah hujan yabg deras ini, sangat tidak mungkin sekali.

Maka niatnya sudah bulat menghadap kyai untuk protes.

Rasa kesal menghantuinya, ketika ia akan masuk rumah, namun dari arah yang tidak  sangka-sangka datanglah seorang pria dengan menunggang gerobak yang ditarik sapi melewati depan rumahnya. Ia sepertinya kehujanan.

Awalnya Santri mengira, mungkinkah ia nabi khidir yang di tunggu?, dia kecewa karena pria tersebut hanyalah seorang lelaki biasa yang mananyakan tempat.

Lelaki tersebut berhenti tepat di depan sang santri dan dia bertanya,

“kemanakah arah menuju daerah ini?”.

Dengan malasnya santri itu pun menjelaskan ke arah mana orang itu harus pergi.

“Maukah engkau mengantarku ke daerah itu wahai anak muda?” Tanya lelaki itu.

Santri pun mulai kebingungan.

Ingin rasanya untu menolong lelaki itu, tapi disatu sisi sang santri masih ada harapan untuk bertemu dengan nabi khidir

Akhirnya santri itu menolak dengan halus

“Mohon maaf pak, saya tidak bisa mengantar bapak, tap saat ini saya sedang menunggu seorang tamu”.

Lelaki itu menjawab

“Baiklah kalau begitu anak muda, terima kasih atas informasinya, saya akan pergi menuju tempat ini” sambil menjalankan gerobaknya

Hujan semakin deras, munkin orang orang disekitarnya sudah terlelap dam tidur indahnya

Berbeda dengan santri ini, dia tetap tidak tidur, ia masih terusa saja menunggu kedatangan seorang tamu, tapi sayang, sampai shubuh pun tak ada tamu yang datang

Ia sungguh kecewa sekali, pengorbanannya hanya sia sia, maka ia putuskan untuk menghadap kyai mengenai tidak datangnya nabi khidir.


Akhirnya sang santri pergi menghadap kyainya, ia ceritakan kejadian semalam tanpa mengurangi dan menambahkan penjelasan lainnya.

Hingga akhirnya keluarlah ucapan kyai mendengar penjelasan santrinya

“Tadi malam tidak hujan!”. 

mendengar apa yang di ucapkan oleh kyainya, santri mulai heran, padahal kemaren malam sangat deras sekali.

Ternyata ucapan kyai tadi dibenarkan oleh khodam kyai yang mendengar pembicaraan mereka

Sang santri semakin heran ditambah ucapan kyai yang berkata lagi.

“Lelaki yang membawa gerobak itulah nabi khidir yang ingin kau temui, sayang kamu tidak mau ketika beliau mengajak kamu pergi"

Mendengar penuturan dari kyainya, ia izin pergi sebentar untuk memastikan, apakah benar benar kemaren malam itu tidak hujan.

Sesampainya dirumah, santri itu terkejut, halaman tanah dirumah dan sekitarnya kering, padahal kemaren malam sangat deras sekali, ditambah angin dan petir yang menyambar.

Dan apakah benar lelaki pembawa gerobak itu nabi khidir?

"Sungguh merugilah diriku jika itu memang nabi khidir, kenapa kemaren aku tidak menonolongnya"

Nampak raut kekecewaan keluar dari wajah sang santri

Setelah melihat semuanya, ia bergegas untuk kembali ke kyai, dan menyampaikan unek uneknya.

“Bagaimana kyai, bolehkah sayang mengulangnya dari awal, puasa selama 40 hari berturut turut dan berdzikir dimalam hari?"

“Tidak bisa nduk, kesempatan hanya datang sekali, dan kau melewatkannya"

Inilah kisah santri bertemu nabi khidir, sang santripun akhirnya bertemu dengan nabi khidir tetapi ia tak sadar, kisah ini saya dapatkan ketika saya menginjak kelas Mts.

Dan apakah benar nabi khidir bisa ditemui dengan cara di atas, Wallahu a'lam,

Lanjut Ke Episode Terakhir : Kisah wali allah dan santri

Selamat menikmati sobat :).

Saturday, 18 February 2017

Kisah Santri Bertemu Nabi Khidir

Bertemu Nabi Khidir - Sebagian orang percaya ada beberapa nabi yang masih hidup hingga kini, seperti nabi isa yang akan turun kelak untuk memerangi dajjal, dilain itu ada juga yang percaya bahwa nabi khidir masih hidup, oleh karena itu banyak sekali orang yang ingin bertemu dengan nabi khidir, karena dengan bertemu nabi khidir ilmu kita akan menjadi luas dalam waktu singkat.

bertemu nabi khidir

Dikisahkan, setelah mendengar kisah akan keberadaan nabi khidir, tersebutlah santri ingin menemui kyainya guna untuk mencari petunjuk agar bisa bertemu dengan nabi khidir

Setelah beberapa jam menunggu akhirnya santri tersebut di persilahkan untuk masuk ke ndalem kyai.

"Ada apa nduk"?

"Gini pak kyai, saya ingin sekali bertemu dengan nabi khidir, apakah jenengan mempunyai saran tertentu agar saya bisa bertemu nabi khidir"

Pak kyai mulai berpikir karena pertanyaan santrinya

“Apakah kamu benar benar ingin bertemu dengan nabi khidir?”

“Enggeh, Pak Kyai”

“Tapi syaratnya sangatlah berat sekali!”

“Saya akan berusaha untuk mencobanya pak kyai”

“Sudahlah nduk, kamu tidak akan bisa melakukannya!”

Mendengar jawaban dari kyainya, sang santri hanya bisa kecewa, meskipun begitu rasa untuk bertemu nabi khidir masih terus menggebu-gebu.

Satu minggu setelah ia sowan, ia kembali menghadap sang kyai, berharap kyai akan berubah pendapat dan dapat menolongnya!

“Apa yang kamu inginkan wahai santriku?”

“Saya pengen sekali ketemu Nabi Khidir, Pak Kyai!”

“Kamu masih saja belum kapok ya nduk. sudah saya bilang, syaratnya sangat berat, kamu takkan pernah bisa melakukannya”

“Saya akan mencobanya pak kyai” sang santri hanya bisa berkaca kaca berharap gurunya dapat mengabulkan permintaannya

"Kembalilah, kamu tidak akan bisa.”

2 kali ia sudah ditolak oleh kyainya, bukannya surut, keinginan itu makin lama makin menjadi-jadi. Semakin ditentang, semakin kuat keinginan santri itu untuk bertemu dengan Nabi Khidir.

Maka ia kembali lagi menghadap kyainya.

“Tolonglah, Pak Kyai. Saya sangat berharap sekali. ini srmua terjadi detelah saya mendengar dari cerita pak kyai, saya tidak mungkin melakukan ini. Semakin ditentang keinginan ini semakin menjadi-jadi"

Melihat santrinya dengan wajah berkaca kaca dan seperti mau menangis, spontan sang kyai berkata.

"Kalo kamu maksa sekali, baiklah nduk. Tapi tadi kan sudah saya bilang. Syaratnya sungguh sangat berat sekali. Tak semua orang bisa ketemu sama Nabi Khidir"

“Saya akan berusaha untuk mencobanya, Pak Kyai!”

“Baiklah nduk. Dan yang perlu kamu ketahui adalah dalam kesempatan ini cuma datang sekali. dan tidak bisa diulang lagi. Apakah kamu bersedia nduk?”

Mendengar pertanyaan dari kyainya, sempat ada rasa ragu di dalam diri dantri tersebut, namun semua itu hilang jika mengingat kembali rada untuk bertrmu dengan nabi khidir

“Saya bersedia pak Kyai!” (dengan mantab santri menjawab)

“Baiklah kalau begitu nduk, kembalilah kemari besok”

Dengan wajah bahagia,  dan rasa senang sekali santri itu mengangguk kemudian mencium tangan kyainya sebagai tanda hormat murid kepada guru.

Akhirnya ia pamit untuk kembali ke asrama, dan mengingat mengingat bahwa besok ia akan diberi pentunjuk oleh gurunya.

Keesokan harinya, kembalilah santri itu menghadap sang kyai untuk menagih janji.

“Apakah kau sanggup dengan syaratnya nduk?” kata sang kyai kepada santrinya setelah ia memberitahukan syarat-syaratnya.

Ternyata berat juga persyaratannya. Tidak ada kesempatan kedua sama sekali. jika ia gagal sudah pasti ia akan tidak mengikuti ujian ini lagi dan pupus sudah harapan untuk bertemu nabi khidir.

40 hari bukanlah waktu yang sebentar. selama itu ia harus berpuasa ditambah ia harus dzikir pada malam harinya.

Dan di malam terakhir nanti ia tidak boleh tidur dan tidak boleh pergi kemana mana karena jika dia beruntung Nabi khidir akan berkunjung ke rumahnya.

Sungguh sangat berat sekali, namun rasa penasaran dan keinginan yang menggebu-gebu membuatnya menyanggupi persyaratan berat yang diajukan oleh sang kyai.

“Baiklah saya sanggup, Kyai!” katanya dengan mantap.

Untuk memastikan apakah santrinya benar benar mantab, kyai mengulangi pertanyaannya sampai tiga kali dan dijawab dengan mantap oleh santrinya.

Setelah mengetahui persayaratan dari kyainya, akhirnya santri tersebut pakit untuk kembali, dan menata niat untuk hari esok.

{Bersambung, Episode selanjutnya ada dibawah ini}


Itulah kisah santri bertemu nabi khidir episode 1, selamat menikmati :).

Tuesday, 7 February 2017

Haul Muassis Pondok Pesantren

Bincang Santri - Kegiatan demi kegiatan menyebabkan penulis beberapa hari ini tidak update, bukannya sebagai alasan, tapi memang beberapa hari yang lalu penulis lebih fokus untuk menyerahkan jiwa dan raga XD dalam sebuah acara peringatan haul muassis pondok pesantren Al Fatich.

peringatan haul pondok pesantren

Yap, sebagai santri dari muassis pondok pesantren (meskipun penulis belum pernah bermuwajahah), sudah sewajibnya kami untuk mensukseskan kan acara haul tersebut, baik berupa materi maupun lainnya.

Haul itu apa sih?

Munkin sedikit pembaca yang tidak mengetahui haul itu apa, apa tujuannya dan isinya, penulis akan menjelaskan sedikit tentang haul

Dalam berbagai penjelasan termasuk Al quran, Haul di artikan sebagai "setahun", lalu pengertian haul sendiri adalah memperingati setahun sekali bertepatan dengan wafatnya suatu tokoh masyarakat.

Sedangkan tujuan haul adalah untuk mengenang jasa jasa tokoh yang di haulkan selama beliau masih hidup.

Sudah paham kan?

Berbagai kegiatan diisi dalam memperingati haul muassis pondok pesantren, ada yang mengisi dengan khataman al quran bil ghoib, ada juga tahlilan bersama di maqmarah dan kegiatan lainnya.

Santri baik dari kalangan santri aktif maupun santri alumni, saling bahu membahu untuk mensukseskan acara haul kyai mereka.

Santri putra bersama sama membuat terop di ikuti dengan mayoran (makan senampan)

Bagi santri putri menyiapkan sandang pangan untuk acara haul.

Semua sibuk dengan tugasnya masing masing, bahkan sebelum kegiatan inti berlangsung, semua santri menggelar roan bersama dengan tujuan pondoknya bersih dan para tamu undangan haul betah berlama lama di pondok mereka.

Kegiatan utama haul muassis jatuh pada hari ahad, kegiatan di hari itu di isi dengan masyarakat berthoriqot at tijani seperti pembacaan syafii dan bacaan lainnya.

Acara ditutup ditandai dengan pembacaan doa, selesai.

Mendengar acara haul sudah hampir selesai, para santri (panitia), bergegas untuk mengambil lengser berisikan makanan untuk para tamu undangan.

Setiap lengser diisi oleh 5 tamu undangan, jadi mereka tamu undangan juga mayoran layaknya santri XD, atau munkin mereka dulunya juga santri XD

Setelah para tamu undangan selesai daharan, mereka diperkenankan untuk pulang, tapi ada masyarakat santri yang sudah mengintip ngintip ke arah dimana para tamu undangan daharan

Sebelumnya memang para santri yang tidak ikut andil dalam acara haul pondok pesantren tidak di perkenankan untuk keluar dari kamarnya, mengingat banyak sekali tamu yang datang bahkan meluber ke asrama asrama pondok.

Oleh karena itu salah satu peraturannya adalah santri tidak di perkenankan untuk keluar selama acara haul berlangsung.

Melihat acara haul selesai, para santri bergegas tanpa mempedulikan lainnya, tujuan mereka hanya satu, sisa makanan dari para tamu undangan.

Yap, sejak tadi pagi perut mereka tidak diisi oleh makanan apapun, layaknya singa yang sedang lapar, mereka semua makan makanan sisa itu dengan tujuan ingin ngalap barokah.
Baca juga : Bagi santri ngalap barokah itu segalanya
Sudah tau kan sisa makanan itu seperti apa?

Mereka tak memperdulikan itu, yang hanya ada dipikiran mereka antara lapar dan barokah XD

Karena para tamu undangan adalah bukan orang sembarangan.

Setelah mengisi perut sekadarnya demi menambah stamina, mereka para santri  berbondong bondong membersihkan tempat acara berlangsung.

Seperti biasanya, setelah acara selesai, tugas untuk santri putri adalah cuci cuci piring.

Semua santri berharap semoga mereka mendapat berkah dari apa yang mereka kerjakan, dan sebagai khidmah dari santri untuk kyai.

Alhamdulillah, acara haul mussis pondok pesantren penulis berjalan lancar, munkin itulah sedikit cerita acara haul kemaren, dan tunggu artikel santri menarik lainnya.

Sunday, 22 January 2017

Aku Rindu Masa Masa Di Pesantren

Bincang Santri - Sebut saja namaku gilang, aku adalah santri dari pesantren x, Umurku sekarang memasuki 22th, dan sudah dikatakan anak yang lepas dari masa kelabilan, bukan karena atas dasar disuruh orang tua, aq mondok karena keinginanku sendiri.
 

Jika orang berfikir bahwa mengenyam pendidikan di pesantren mengambil masa masa indah remaja, sungguh mereka salah.

Jikalau ada permintaan untuk kembali ke pondok pesantren, niscaya aku akan memenuhinya.

Entah kenapa, masa masa itulah yang membuat aku selalu tertawa di saat keadaan jenuh dan bosan.

Masa masa itulah yang dapat membuatku bersyukur atas adanya tantangan zaman ini

Dan karna masa masa indah itulah yang membuat daya ingatku semakin terasah.

Di depan rumahku, dengan ditemani secangkir kopi dan senja dipagi hari, serta beralaskan tikar.

Aku rindu masa masa indah itu.

Masa Masa indah dimana pada jam segini, di pondok pesantren pengurus membangunkan para santri untuk melakukan sholat shubuh berjamaah.

Aku adalah termasuk salah satu santri yang susah untuk dibangunkan, berbagai cara dilakukan akhirnya aku terbangun.

Namun, bukannya untuk melaksakan sholat, tapi aku malah pergi mencari tempat tidur lain.

Pengurus pesantren menemukanku lagi, mereka membangunkanku, seperti tadi, aku terbangun dengan niat berpindah tempat.

Untuk ketiga kalinya, mereka para pengurus membangunkan ku dengan sebuah cambukan, aku terbangun dan berkata "Kalau bangunin itu dengan cara yang bener dong"

Jika dibandingkan dengan yang lain, aku adalah santri yang disegani oleh teman teman, dan termasuk santri berani dikalanganku.

Begitu kurang ajarnya diriku, memperlakukan mereka (pengurus) seperti itu, mau tak mau, akhirnya aku ditakzir karena permasalahan itu

Baca Juga : 8 Takziran / Hukuman Ala Santri

Aku rindu masa masa indah di pesantren itu.

Ku tuangkan secangkir kopi, lalu menyeduhnya secara perlahan, sambil berkata dengan senyuman "dulu aku begitu kurang ajar"

Aku rindu masa masa di pesantren itu.

Dulu aku menyeduh kopi ini secara berlima dengan kawan kawan dekatku, namun kini aku menyeduhnya sendirian.

Biasanya kami selepas dari penatnya kegiatan, menyempatkan untuk mampir ke sebuah warung di pinggir asrama.

Kami bercanda ria, menggojlok satu sama lain, namun tak ada yang marah.

Baca Juga : Gojlokan, Pembullyan Ala Santri

Kami juga memperbincangkan bagaimana nantinya jika salah satu dari kami atau semua meninggalkan pesantren.

Dan kenyataan itu benar benar terjadi, karena ada permasalahan, akhirnya aku adalah orang pertama di antara berlima yang keluar dari pesantren.

Dan pada akhirnya status alumni pun kudapat.

Munkin sekarang telah menjadi pengurus untuk pengabdian mereka terhadap kyai ataupun pondok pesantren.

Ingin sekali rasanya mengulangi masa masa indah itu.

Masa masa indah makan senampan, susah senang bersama bahkan di takzirpun bersama.

Semoga kita dapat bertemu kembali sobat, salam temanmu gilang.

Wednesday, 11 January 2017

Pondok Pesantren Tak Seburuk Yang Aku Kira

Bincang Santri - Apa yang ada di benak kalian setelah mendengar kata pondok pesantren? takut kah atau malah senang? saya adalah salah satu orang yang terjurumus dalam lobang pondok pesantren, tapi karna hal itulah saya bisa menjadi sekarang ini.

pondok pesantren

Sewaktu kecil, tak ada keinginan sama sekali untuk mondok, berpikiran saja tidak, apalagi memasukinya.

Lalu bagaimana bisa saya mendapatkan status santri di mata masyarakat?

Semua itu karena orang tua.

Kala itu saya bukan siapa siapa bagi orang tua, karna pemikiran seperti itu, saya hanya bisa "sami'na wa atho'na" terhadap beliau.

Ingin sekali rasanya untuk memberontak dan mengagungkan keegoisanku, tapi apa daya, berucap saja aku tak berani, akhirnya dengan seiringnya waktu yang semakin mendekat, tibalah waktu dimana saya berada di pondok pesantren.

Surabaya, 07212008

Itu bukan nomer togel ataupun nomer lotre, nomer sejarah itu adalah nomer yang mempunyai arti besar bagiku, nomer itu meninggalkan sebuah kenangan yang mendalam.

Bagaimana tidak? dalam waktu bersamaan aku meninggalkan keluargaku dan mendapatkan keluarga baruku.

Aku melihat gerbang besar berlapiskan besi dengan gagahnya, munkin karena itu pondok pesantren juga di istilahkan sebagai "penjara suci".

Apakah berarty selain pondok pesantren, semua penjara "najis"? entahlah, saya kira itu hanya sebagai kiasan santri yang mendekam dibalik gerbang raksasa namun melakukan kegiatan yang akan membawanya ke ridho allah.

Dan saya juga meyakini gerbang itulah yang akan menghancurkan keegoisanku selama saya berada disini.

Ingin sekali rasanya untuk berlari untuk menjauhi kekuargaku, namun hati dan tubuh saling bertentangan.

Akhirnya tiba dimana aku  berpisah dengan keluargaku, dimana aku akan mencuci pakain sendiri, makan sendiri, sendiri semua serba mandiri.

Aku bukan anak kecil lagi yang harus bergantungkan dengan orangtuaku, biarlah mereka yang seusiaku masih tergantung dengan orangtuanya, tapi aku tidak, ya mulai saat ini aku sudah berpisah dan bertemu kembali tahun depan dengan keluargaku.

Aku ditempatkan di sebuah kamar yang seisinya seumuran denganku, terlihat berbagai macam warna kulit, wajah, serta bahasa masing masing.

Awalnya saya merasa canggung dengan mereka semua, tapi mereka sungguh tau cara memperlakukan keluarga baru.

Mereka mempersilahkan aku untuk makan, tapi aku menolakknya, saya masih malu untuk berinteraksi dengan mereka, padahal saya sadar mereka semua itu adalah santri baru.

Tapi kenapa bisa sedekat itu??

Semua itu terjawab setelah beberapa hari saya bermalam di pondok pesantren.

Hari itu memang tidak ada kegiatan sama sekali bagiku, dan akupun tak pernah berinteraksi dengan mereka, tapi mereka masih saja "sok dekat" ku, itulah yang membuat saya semakin malu.

Akhirnya jam menunjukkan pukul 22.00, waktu dimana untuk pertama kalinya saya tidak seatap dengan keluargaku, waktu dimana saya tidur beralaskan keramik, ya waktu itu adalah revolusi tersendiri bagiku, akhirnya aku terlelap dalam mimpi untuk melanjutkan kisah kedua.

Tunggu kelanjutannya pondok pesantren tak seburuk yang aku kira part 2 :)